TADBIR AFARATUS SEKOLAH DALAM MENJAMIN KONTINUITAS AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER
Kata Kunci:
Tadbîr Afârâtus, Manajemen Sarpras, Ekstrakurikuler, Kontinuitas Program, Fasilitas Sekolah, Studi KasusAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif Tadbîr Afârâtus atau manajemen sarana dan prasarana sekolah dalam menjamin kontinuitas aktivitas ekstrakurikuler di lingkungan Madrasah Aliyah. Latar belakang penelitian berangkat dari belum meratanya kualitas fasilitas antarekskul dan adanya hambatan operasional seperti benturan jadwal, kerusakan alat, serta keterbatasan ruang yang berdampak pada keberlangsungan kegiatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang divalidasi dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan identifikasi kendala sarpras telah berjalan secara merata pada tingkat manajerial, namun terdapat ketidakseimbangan kondisi fasilitas antarekskul yang memengaruhi tingkat kontinuitas aktivitas. Ekskul dengan fasilitas memadai seperti Jurnalis dan Marching Band memiliki kontinuitas tinggi, sedangkan English Club dan Voli menunjukkan kesinambungan terendah akibat keterbatasan sarpras dan hambatan penggunaan. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen fasilitas yang terencana, terdistribusi merata, dan diawasi secara berkelanjutan merupakan faktor penentu keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi pengadaan berbasis kebutuhan, mekanisme pemanfaatan bersama yang terkoordinasi, serta peningkatan pengawasan dan pemeliharaan untuk memastikan keberlanjutan program ekstrakurikuler secara efektif dan berkelanjutan.
This study examines the role of Tadbīr Afārātus (facility management) in ensuring the continuity of extracurricular activities in a Madrasah Aliyah. The research is motivated by the imbalance in facility availability across extracurricular programs and the limited studies addressing how school facility management supports sustainable activity implementation. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis, and were validated through triangulation of sources, techniques, and time. The findings reveal that facility management practices—planning, utilization, supervision, and identification of constraints—are implemented proportionally, yet disparities persist in the distribution and condition of facilities. Several extracurricular activities, such as Journalism and Choir, demonstrate high continuity due to adequate facilities and effective management, whereas activities like English Club and Volleyball show low continuity due to limited infrastructure and usage barriers. Analysis also indicates that obstacles arise not only from the physical condition of facilities but also from scheduling conflicts, accessibility issues, and insufficient equipment maintenance. Overall, the study concludes that effective Tadbīr Afārātus requires comprehensive planning based on actual needs, equitable facility allocation, continuous supervision, and responsive problem-solving strategies. Strengthening these components is essential to ensure that extracurricular activities run consistently, optimally, and sustainably in supporting students’ holistic development.




