DINAMIKA PERGESERAN GAYA KOMUNIKASI PADA AKUN INSTAGRAM @TXTDRTNG
Kata Kunci:
Komunikasi Publik Digital, Realitas Sosial, InstagramAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pesan dan konten yang digunakan oleh @txtdrtng dalam menyajikan realitas sosial di Kota Tangerang, serta untuk menganalisis karakteristik konten dan gaya komunikasi @txtdrtng dalam membangun keterikatan (engagement) dan kepercayaan audiens di tengah kompetisi media digital lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus deskriptif serta mengacu pada model Komunikasi Dua-Arah Simetris James E. Grunig, penelitian ini menelaah bagaimana pengelola akun mempertahankan kepercayaan publik melalui manajemen konten kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi @txtdrtng dibangun berdasarkan pemahaman bersama yang bersumber dari keresahan sosial lokal, lingkaran umpan balik aktif melalui partisipasi pengguna, transparansi dalam manajemen krisis, serta gaya komunikasi egaliter yang memosisikan akun sebagai ruang komunitas digital partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa autentisitas dan responsivitas gaya komunikasi menjadi kunci utama dalam memulihkan kredibilitas institusional serta mempertahankan loyalitas audiens.
This study aims to analyze the message and content strategies used by @txtdrtng in presenting social realities in Tangerang City, as well as to analyze the content characteristics and communication style of @txtdrtng in building audience engagement and trust amidst local digital media competition. Using a qualitative approach with a descriptive case study design and drawing upon James E. Grunig's Two-Way Symmetrical Communication model, this research examines how the account administrators maintain public trust through collaborative content management. The results indicate that @txtdrtng's strategy is built upon a mutual understanding derived from local social anxieties, an active feedback loop through user participation, transparency in crisis management, and an egalitarian communication style that positions the account as a participatory digital community space. This study concludes that authenticity and responsiveness in communication style are key factors in restoring institutional credibility and maintaining audience loyalty.




