PENOLONG SEPADAN (SUATU TINJAUAN DOGMATIS TENTANG PEMAHAMAN PENOLONG SEPADAN DIPERHADAPKAN DENGAN BUDAYA PATRIARKI DALAM KELUARGA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI JEMAAT ONKP FA’OMASI)
Kata Kunci:
Penolong Sepadan (Ezer Kenegdo), Budaya Patriarki Nias, Relasi Keluarga Kristen, Pengajaran TeologisAbstrak
Penelitian ini bertujuan menegaskan kepada masyarakat Nias bahwa patriarki bukanlah bentuk kekuasaan laki-laki, melainkan marga yang memang harus ada dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran angket dan metode kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa patriarki dianggap sebagai simbol laki-laki memiliki kekuasaan penuh dalam kehidupan. Namun, Gereja ONKP hadir untuk mengubah pemahaman tersebut melalui Tata Gereja ONKP yang menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan tidak pernah dibeda-bedakan. Kesimpulannya, pemahaman jemaat ONKP Fa’omasi mengenai penolong sepadan pada umumnya sudah mengarah pada relasi yang setara sesuai ajaran Alkitab dan terang Tuhan. Akan tetapi, jemaat belum sepenuhnya memahami arti patriarki. Oleh karena itu, gereja perlu memberikan pengajaran yang benar tentang patriarki serta kesetaraan laki-laki dan perempuan melalui pembinaan jemaat, khotbah, dan pelayanan keluarga.
This study aims to emphasize to the Nias community that patriarchy is not a form of male power, but rather a clan system that must exist in life. This study used quantitative methods through questionnaires and qualitative methods through interviews. The results found that patriarchy is perceived as a symbol of men having complete power in life. However, the ONKP Church is present to change this understanding through the ONKP Church Order, which emphasizes that men and women are never discriminated against. In conclusion, the ONKP Fa'omasi congregation's understanding of equal helpers generally leads to an equal relationship according to biblical teachings and God's light. However, the congregation does not yet fully understand the meaning of patriarchy. Therefore, the church needs to provide correct teaching about patriarchy and the equality of men and women through congregational development, sermons, and family ministry.




