PENGARUH TERPAAN KONTEN JOBLESS DI TIKTOK TERHADAP KECEMASAN FRESH GRADUATE DI UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TAHUN 2025
Kata Kunci:
Terpaan Media, Konten Jobless, Kecemasan, Fresh Graduate, TiktokAbstrak
Meningkatnya penyebaran konten mengenai pengangguran (jobless) di media sosial, khususnya TikTok, berpotensi memengaruhi kondisi psikologis fresh graduate yang tengah memasuki masa transisi menuju dunia kerja. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh terpaan konten jobless di TikTok terhadap tingkat kecemasan fresh graduate lulusan tahun 2025 Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan paradigma positivisme. Sampel sebanyak 87 responden ditentukan melalui purposive sampling dengan rumus Slovin, dan data dihimpun melalui kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur dimensi frekuensi, durasi, dan atensi pada variabel terpaan berita, serta dimensi kecemasan ringan, sedang, berat, dan tingkat panik pada variabel kecemasan. Analisis data meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, uji korelasi, koefisien determinasi, uji t, dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang kuat antara terpaan berita (X) dan kecemasan (Y) sebesar 0,783 dengan signifikansi 0,000, koefisien determinasi 61,3%, serta persamaan regresi Y = 24,322 + 0,643X. Hipotesis alternatif (H1) diterima, yang berarti terpaan konten jobless di TikTok berpengaruh signifikan terhadap kecemasan fresh graduate. Temuan ini memperkuat relevansi teori Uses and Effects dalam menjelaskan dampak psikologis konsumsi media digital pada generasi muda.
The growing circulation of jobless-related content on social media, particularly TikTok, has raised concern about its potential impact on the psychological condition of fresh graduates entering the labor market transition period. This study examines the effect of exposure to jobless content on TikTok on the anxiety levels of fresh graduates who graduated in 2025 from Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang. A quantitative approach with an associative design and a positivist paradigm was employed. A sample of 87 respondents was determined through purposive sampling using the Slovin formula, and data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire measuring frequency, duration, and attention for news exposure, and mild, moderate, severe, and panic-level anxiety for the anxiety variable. Data analysis included instrument testing, classical assumption tests, correlation analysis, the coefficient of determination, a t-test, and simple linear regression using SPSS. Results show a strong positive correlation between news exposure (X) and anxiety (Y) of 0.783, significance of 0.000, a coefficient of determination of 61.3%, and the regression equation Y = 24.322 + 0.643X. The alternative hypothesis (H1) was accepted, indicating that exposure to jobless content on TikTok significantly affects fresh graduates’ anxiety. These findings reinforce the relevance of the Uses and Effects theory in explaining the psychological impact of digital media consumption among young peoplen.




