FILSAFAT ISLAM DALAM INTEGRASI AKAL BUDI DAN WAHYU
Kata Kunci:
Filsafat Islam, Akal Budi, WahyuAbstrak
Filsafat Islam merupakan disiplin rasional yang berupaya memahami ajaran Islam melalui pendekatan akal budi, tanpa melepaskan diri dari otoritas wahyu sebagai sumber kebenaran utama. Akal budi dipandang sebagai anugerah ilahi yang memungkinkan manusia merenungi, memahami nilai-nilai moral, dan menemukan kearifan dalam hidup. Sementara itu, wahyu berfungsi sebagai pedoman absolut yang menjadi landasan kesahihan pengetahuan. Hubungan antara wahyu dan filsafat dalam tradisi intelektual Islam sering menjadi diskursus penting, terutama dalam upaya mengharmonikan kebenaran wahyu dengan temuan rasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka untuk mengkaji integrasi antara akal budi dan wahyu dalam filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akal memiliki peran penting dalam memahami wahyu, namun tetap tidak dapat mendahului atau menandingi otoritas wahyu sebagai sumber pengetahuan tertinggi. Dengan demikian, filsafat Islam berfungsi sebagai jembatan rasional dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang bersumber dari wahyu
Islamic philosophy is a rational discipline that attempts to understand Islamic teachings thru an intellectual approach, without abandoning the authority of revelation as the primary source of truth. Reason is seen as a divine gift that allows humans to contemplate, understand moral values, and find wisdom in life. Meanwhile, revelation serves as an absolute guide that forms the foundation for the validity of knowledge. The relationship between revelation and philosophy in the Islamic intellectual tradition is often a significant discourse, especially in the effort to harmonize the truth of revelation with rational findings. This research uses a qualitative method thru literature review to examine the integration between reason and revelation in Islamic philosophy. The study's findings indicate that reason plays an important role in understanding revelation, but it cannot precede or surpass the authority of revelation as the highest source of knowledge. Thus, Islamic philosophy serves as a rational bridge in strengthening religious understanding derived from revelation.




