PERKAWINAN DINI DALAM PERSPEKTIF SOSIAL DAN IMAN: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB, DAMPAK, DAN PERAN GEREJA
Kata Kunci:
Perkawinan Dini, Dan Analisis Faktor Penyebab, Dampak Dan Peran GerejaAbstrak
Penhetahuan mengenai Perkawinan dini merupakan persoalan sosial yang terus terjadi di Indonesia dan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Dalam tulisan Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perkawinan dini dalam perspektif sosial dan iman dengan menganalisis faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta peran Gereja dalam upaya pencegahannya. Dalam Metode penulisan yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai sumber internasional dan nasional, serta analisis konseptual dengan menggunakan teori ketidaksetaraan gender, kemiskinan struktural, kontrol sosial, dan perubahan sosial. Dalam Hasil kajian menunjukkan bahwa perkawinan dini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, budaya patriarkal, tekanan norma sosial, serta perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perilaku moral remaja. Praktik perkawinan dini membawa dampak serius, terutama bagi pasangan yang terlibat, seperti risiko kesehatan reproduksi, ketidaksiapan psikologis, konflik rumah tangga, serta terputusnya akses pendidikan. Dampak tersebut juga meluas pada keluarga dan masyarakat dalam bentuk ketidakstabilan ekonomi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan berlanjutnya lingkaran kemiskinan. Dalam pandangan Gereja, perkawinan dipahami sebagai sakramen dan panggilan suci yang menuntut kedewasaan, kebebasan, serta tanggung jawab penuh, sehingga perkawinan dini dinilai tidak sesuai dengan martabat manusia dan ajaran iman Kristen. Gereja selalu berperan penting melalui pendampingan pastoral, pendidikan iman, katekese perkawinan, perlindungan anak, serta kerja sama dengan keluarga dan masyarakat untuk mencegah praktik perkawinan dini dan membangun kehidupan keluarga yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Knowledge regarding early marriage is a persistent social problem in Indonesia and has various negative impacts on individuals, families, and society. This article aims to examine early marriage from a social and faith perspective by analyzing the causal factors, impacts, and the role of the Church in preventing it. The writing method used is a literature review of various international and national sources, as well as a conceptual analysis using theories of gender inequality, structural poverty, social control, and social change. The study results indicate that early marriage is influenced by economic factors, low levels of education, patriarchal culture, pressure from social norms, and the development of information technology, which impacts adolescents' moral behavior. The practice of early marriage has serious impacts, especially for the couples involved, such as reproductive health risks, psychological unpreparedness, marital conflict, and interrupted access to education. These impacts also extend to families and society in the form of economic instability, low quality human resources, and the perpetuation of the cycle of poverty. In the Church's view, marriage is understood as a sacrament and a sacred calling that demands maturity, freedom, and full responsibility. Therefore, early marriage is deemed incompatible with human dignity and the teachings of the Christian faith. The Church has always played an important role through pastoral care, faith education, marriage catechesis, child protection, and cooperation with families and communities to prevent the practice of early marriage and build a more mature and responsible family life.




