PERSPEKTIF DARI REMAJA YANG MEMILIKI KELUARGA UTUH MENGENAI KOMUNIKASI REMAJA YANG MEMILIKI KELUARGA TIDAK UTUH (Studi Fenomenologi)
Kata Kunci:
keluarga tidak utuh, karakteristik, pendewasaanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui tanggapan remaja terhadap komunikasi yang terjadi di keluarga yang tidak utuh. Penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga utuh memiliki cara yang berbeda untuk melihat anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh. Dalam penelitian ini, menggunakan teori perspektif dalam komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian, perspektif remaja keluarga utuh mengenai komunikasi dari remaja tidak utuh memberikan gambaran yang berbeda. Ketiga partisipan ini, RS, RM, dan MF memiliki pandangan dan perspektif yang berbeda berdasarkan pengalaman mereka dan interaksi sehari-hari dengan temannya yang memiliki keluarga yang tidak utuh. RS, RM, dan MF berhasil mengambil perspektif dalam komunikasi yang terjadi berdasarkan pemahaman mereka yang terus menerus. Karena tidak semua orang memiliki kepekaan atau rasa peduli, bahkan terhadap hal-hal yang dianggap sepele oleh kebanyakan orang, mereka dapat mengambil sikap temannya dengan cara yang positif.
In recent decades, the topic of how 'Intact Families' affect adolescents has become a major subject of research. Aims to find out teenagers' responses to communication that occurs in incomplete families. This research shows that intact families have a different way of viewing children from non-intact families. Utilization of qualitative studies with a phenomenological approach. In this research, in-depth interviews, observation, and documentation were used to collect data. Based on the research results, the perspective of intact family adolescents regarding communication from non-intact adolescents provides a different picture. Of these three participants, RS, RM, and MF have different views and perspectives based on their experiences and daily interactions with friends who have incomplete families. RS, RM, and MF succeeded in taking a perspective in the communication that occurred based on their continuous understanding. Because not everyone has sensitivity or care, even for things that most people consider trivial, they can take their friends' attitudes in a positive way.




