FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI CURRENT ASSET PADA LAPORAN KEUANGAN

Penulis

  • Darwin Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie
  • Nurkhasanah Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie
  • Rimi Gusliana Mais Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia

Kata Kunci:

Kebijakan Manajemen Persediaan, Manajemen Piutang Usaha, Likuiditas Pasar, Investasi Jangka Pendek, Perubahan Ekonomi dan Regulasi

Abstrak

This article discusses the factors that influence the value of current assets in a company's financial statements. Current assets or current assets are an important component in financial reports that reflect a company's ability to convert assets into cash in the short term. This research identifies five main factors that influence current asset values, namely inventory management policies, accounts receivable management, market liquidity, short-term investment strategies, and economic and regulatory changes. The research method used is quantitative and literature review with data analysis from various books and journals. The research results show that just-in-time (JIT) inventory management policies tend to reduce the value of current assets, while softer credit policies increase the value of trade receivables. High market liquidity and a conservative short-term investment strategy also contribute to a more stable current asset value. In addition, macroeconomic conditions and changes in regulations can significantly affect the value of current assets. A deep understanding of these factors is important for financial managers and stakeholders in making effective decisions regarding company asset management.

Artikel ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi nilai current asset pada laporan keuangan perusahaan. Current asset atau aset lancar merupakan komponen penting dalam laporan keuangan yang mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mengonversi aset menjadi kas dalam jangka pendek. Penelitian ini mengidentifikasi lima faktor utama yang mempengaruhi nilai current asset, yaitu kebijakan manajemen persediaan, manajemen piutang usaha, likuiditas pasar, strategi investasi jangka pendek, dan perubahan ekonomi serta regulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kajian pustaka dengan analisis data dari berbagai buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan manajemen persediaan just-in-time (JIT) cenderung menurunkan nilai current asset, sementara kebijakan kredit yang lebih lunak meningkatkan nilai piutang usaha. Likuiditas pasar yang tinggi dan strategi investasi jangka pendek yang konservatif juga berkontribusi pada nilai current asset yang lebih stabil. Selain itu, kondisi ekonomi makro dan perubahan regulasi dapat mempengaruhi nilai current asset secara signifikan. Pemahaman mendalam tentang faktor-faktor ini penting bagi manajer keuangan dan pemangku kepentingan dalam membuat keputusan yang efektif terkait pengelolaan aset perusahaan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29