MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWAT DARURATAN DENGAN DIAGNOSIS ANEMIA APLASTIK DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) ANAK RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR
Kata Kunci:
Asuhan Keperawatan, Anemia Aplastik, HemoglobinAbstrak
Anemia aplastik merupakan anemia yang disertai oleh pansitopenia pada darah tepi yang disebabkan oleh kelainan primer pada sumsum tulang dalam bentuk aplasia atau hipoplasia tanpa adanya infiltrasi, supresi atau pendesakan sumsum tulang. Tujuan dilakukannya studi kasus ini untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien anak dengan Anemia Aplastik di Ruang IGD Anak RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode penulisan yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif, dengan pemaparan kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan fokus pada salah satu masalah penting dalam kasus yang dipilih yaitu asuhan keperawatan pada klien anemia aplastik. Setelah Yang di peroleh pada pelaksanaan asuhan keperawatan pada An. R dan An.S menggunakan Primary Survey melalui pengkajian Airway : tidak ada kesenjangan antara kedua kasus karena tidak ada sumbatan jalan naps, Breathing : tidak ada kesenjangan antara kedua kasus dikarenakan pasien tidak mengalami sesak, Circulation : terdapat persamaan antara kedua kasus pada diagnosis Anemia Aplastik dimana kasus 1 dan kasus 2 sama sama mengalami penurunan hemoglobin, Disability : tidak ada kesenjangan pada kedua kasus karena pasien keduanya mengalami kesadaran composmentis dan Exposure : tidak ada kesenjangan antara kedua kasus karena pasien keduanya tidak mengalami demam, namun pasien An.S mengalami nyeri pada bagian kepala. Pemberian transfusi darah efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien dan pertahankan teknik aseptic untuk mencegah terjadinya resiko infeksi.
Aplastic anemia is anemia accompanied by pancytopenia in the peripheral blood caused by primary abnormalities in the bone marrow in the form of aplasia or hypoplasia without infiltration, suppression or compression of the bone marrow. The aim of this case study was to determine the description of nursing care for pediatric patients with Aplastic Anemia in the Children's Emergency Room at Dr Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar. The writing method used in this case study is a descriptive method, by presenting the case and using a nursing process approach with a focus on one of the important problems in the selected case, namely nursing care for clients with aplastic anemia. After what was obtained from the implementation of nursing care for An. R and An.S used Primary Survey through Airway assessment: there was no gap between the two cases because there was no airway obstruction, Breathing: there was no gap between the two cases because the patient did not experience shortness of breath, Circulation: there were similarities between the two cases in the diagnosis of Aplastic Anemia where case 1 and case 2 both experienced a decrease in hemoglobin, Disability: there was no gap in the two cases because both patients experienced composmentis awareness and Exposure: there was no gap between the two cases because both patients did not experience fever, but patient An.S experienced pain on the head. Giving blood transfusions is effective in increasing hemoglobin levels in patients and maintaining aseptic technique to prevent the risk of infection.




