HUKUM ADAT DI JAMBI: MELANGSIR PERATURAN INDUK UNDANG NAN LIMA, INDUK UNDANG NAN DELAPAN, DAN ANAK UNDANG NAN DUO BELAS
Kata Kunci:
Jambi, Implementasi, Hukum AdatAbstrak
Penelitian ini menghasilkan data kualitatif dengan mendapatkan data dari pendekatan sejarah dan dari beberapa sumber melalui jurnal. Hukum adat melayu sebagai peran penting pembentuk tatanan masyarakat disetiap daerah, termasuk kota jambi. pada konteks ini mendalami pembahasan implementasi dasar pelaksanaan hukum adat di Provinsi Jambi, dengan fokus pada beberapa bab aturan yang menjadi landasan bagi masyarakat. analisis ini memusatkan perhatian pada Induk Undang Nan lima, Induk Undang Nan Delapan, dan Anak Undang Nan Duo Belas sebagai pedoman utama dalam kehidupan hukum adat. Melalui telaah ini, pembahasan ini bertujuan untuk memahami bagaimana norma-norma dan aturan tersebut membentuk perilaku masyarakat serta peran mereka dalam menyelesaikan konflik dan menjaga keseimbangan sosial dalam konteks hukum adat Melayu di Jambi.
This research produces qualitative data by obtaining data from a historical approach and from several sources through journals. Malay customary law plays an important role in forming social order in every region, including the city of Jambi. In this context, there is an in-depth discussion of the basic implementation of customary law in Jambi Province, with a focus on several chapters of rules which are the basis for the community. This analysis focuses on induk undang nan lima, induk undang nan dalapan, and Anak undang nan Duo Belas as the main guidelines in the life of customary law. Through this study, this discussion aims to understand how these norms and rules shape the behavior and role of their community in resolving conflicts and maintaining social balance in the context of Malay customary law in Jambi.




