PENINGKATAN PENGETAHUAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE PENYULUHAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT)

Penulis

  • Diani Aliansy Institut Kesehatan Rajawali
  • Endah Purwanti Handayani Institut Kesehatan Rajawali
  • Sifanni Tri Rahmania Institut Kesehatan Rajawali
  • Santi Nurmala Institut Kesehatan Rajawali
  • Salma Jihan Fadilah Institut Kesehatan Rajawali
  • Milka Shaliha Nugroho Institut Kesehatan Rajawali
  • Nabila Musafa’ah Nurrahmi Institut Kesehatan Rajawali
  • Resa Rosmayanti Institut Kesehatan Rajawali

Kata Kunci:

Kanker serviks, pemeriksaan IVA

Abstrak

Kanker leher rahim menjadi pembunuh nomor 1 bagi wanita usia subur yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, dan resiko menyerang wanita subur yang berusia 30-50 tahun. Deteksi kanker leher rahim dapat dilakukan melalui pemeriksaan IVA (Inveksi Visual Asam Asetat). Capaian pemeriksaan IVA di Indonesia hingga saat ini belum mencapai target,begitupun pada Puskesmas Parongpong hanya mencapai 7,2% dari 1 tahun dan berdasarkan data laporan puskesmas bahwa capaian target pemeriksaan IVA disebabkan karena tidak adanya kemauan dan ketidaktahuan wanita usia subur untuk melakukan IVA test,Penyuluhan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan  mengenai IVA test,kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur berusia 30-50 tahun terkait deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA test. Metode peningkatan pengetahuan dilakukan melalui penyuluhan dengan media leaflet dan dilakukan dalam kelompok besar dengan jumlah peserta 30 orang wanita usia subur di Desa Cihanjuang Rahayu dalam kegiatan Posyandu dan memperoleh hasil akhir yang dimana terdapat peningkatan pengetahuan baik sebelum diberikan penyuluhan mayoritas dalam kategori baik (81,3%) dan sesudah diberikan penyuluhan juga mayoritas kategori baik (90,6%) adapun mayoritas responden yang tidak melakukan IVA test setelah diberikan penyuluhan (56,3%). Penyuluhan merupakan metode yang ideal dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur terkait deteksi dini kanker leher rahim melalui IVA test sehingga wanita usia subur mau melakukan IVA test.

Cervical cancer is the number 1 killer for women of childbearing age caused by oncogenic human papillomavirus (HPV), and the risk of attacking fertile women aged 30-50 years. Detection of cervical cancer can be done through IVA examination (Visual Injection of Acetic Acid). The achievement of the IVA examination in Indonesia until now has not reached the target, as well as the Parongpong Health Center only reached 7.2% in 1 year based on data from the puskesmas report that the achievement of the IVA examination target was caused by the absence of willingness and ignorance of women of childbearing age to do the IVA test, counseling is one of the efforts to increase knowledge about the IVA test, This activity aims to increase the knowledge of women of childbearing age aged 30-50 years related to early detection of cervical cancer with IVA test. The method of increasing knowledge was carried out through counseling with leaflet media and carried out in large groups with a total of 30 participants of childbearing age women in Cihanjuang Rahayu Village in Posyandu activities and obtained the final results where there was an increase in knowledge both before being given counseling, the majority in the good category (81.3%) and after being given counseling, the majority of the good category (90.6%) while the majority of respondents who did not do the IVA test after counseling was given (56.3%). Counseling is an ideal method in increasing the knowledge of women of childbearing age-related to early detection of cervical cancer through IVA test so that women of childbearing age want to do IVA test.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-05