PARTISISPASI MASYARAKAT GENDANG KALO DALAM PELAKSANAAN RITUAL HAN RANI (STUDI KASUS DI KALO, KELURAHAN GOLO WANGKUNG, KECAMATAN CONGKAR)]

Penulis

  • Yulianus Maunuir Universitas Nusa Cendana
  • Yosep E. Jelahut Universitas Nusa Cendana
  • Lasarus Jehamat Universitas Nusa Cendana
  • Hotlif A. Nope Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Partisipasi Masyarakat, Ritual Han Rani, Budaya Lokal, Masyarakat Gendang Kalo, Syukur Panen

Abstrak

Ritual Han Rani merupakan upacara adat sykur panen yang dilakukan untuk memberikan ungkapan syukur kepada Tuhan, para leluhur dan Alam atas hasil yang di peroleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat Gendang Kalo dalam pelaksanaan ritual Han Rani di Kalo, Kelurahan Golo Wangkung, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur. Ritual Han Rani merupakan upacara adat syukur panen yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Manggarai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Tua Teno, Tua Panga, tokoh masyarakat, serta generasi muda yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ritual Han Rani. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam ritual Han Rani berlangsung pada empat bentuk partisipasi sesuai teori John Cohen dan Norman Uphoff, yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam pengambilan manfaat, dan partisipasi dalam evaluasi. Partisipasi dalam pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah adat dengan sistem keterwakilan oleh Tua Panga. Partisipasi dalam pelaksanaan diwujudkan melalui gotong royong membersihkan lingkungan, penyediaan dana, tenaga, perlengkapan adat, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh rangkaian ritual. Partisipasi dalam pengambilan manfaat memberikan manfaat spiritual, sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat, sedangkan partisipasi dalam evaluasi dilakukan melalui musyawarah setelah ritual sebagai upaya memperbaiki pelaksanaan ritual pada masa mendatang. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat didukung oleh kuatnya nilai gotong royong, kepercayaan terhadap adat, penghormatan kepada leluhur, serta kesadaran kolektif untuk melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

The Han Rani ritual is a traditional harvest thanksgiving ceremony performed to express gratitude to God, the ancestors, and nature for the harvest obtained. This study aims to describe the forms of community participation in the implementation of the Han Rani ritual in Kalo, Golo Wangkung Village, Congkar District, East Manggarai Regency. The Han Rani ritual is a traditional post-harvest thanksgiving ceremony that has been passed down from generation to generation and continues to be preserved as an important part of the cultural identity of the Manggarai community. This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consisted of the Tua Teno (customary leader), Tua Panga (clan representatives), community leaders, and young people who were directly involved in the implementation of the Han Rani ritual. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that community participation in the Han Rani ritual is reflected in four forms of participation based on the theory of John Cohen and Norman Uphoff: participation in decision-making, participation in implementation, participation in benefit-sharing, and participation in evaluation. Participation in decision-making is carried out through customary deliberations using a representative system led by the Tua Panga. Participation in implementation is demonstrated through collective community efforts, including cleaning the ritual site, contributing funds, labor, and ritual equipment, as well as actively participating in every stage of the ceremony. Participation in benefit-sharing provides spiritual, social, cultural, and economic benefits to the community, while participation in evaluation is conducted through post-ritual discussions aimed at improving future ritual implementation. The study concludes that the high level of community participation is supported by strong values of mutual cooperation, respect for customary traditions and ancestors, and a collective commitment to preserving local culture amid the challenges of modernization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31