KETETAPAN MENJELASKAN MELAYU JAMBI MASA GUBERNUR PERTAMA SAMPAI MASA REFORMASI
Kata Kunci:
Melayu Jambi, Gubernur Pertama, Orde Baru, Era Reformasi, Otonomi DaerahAbstrak
Sejak Provinsi Jambi berdiri pada tahun 1957, budaya Melayu Jambi mengalami berbagai perubahan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perkembangan Melayu Jambi dari masa Gubernur pertama hingga Reformasi. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Gubernur pertama, adat dan nilai Melayu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Pada masa Orde Baru, kebijakan penyeragaman pemerintahan memengaruhi kelembagaan adat, tetapi nilai adat tetap bertahan. Pada masa Reformasi, otonomi daerah memberikan ruang lebih besar bagi lembaga adat untuk melestarikan budaya Melayu Jambi. Kesimpulannya, meskipun kelembagaan adat mengalami perubahan, nilai dan identitas budaya Melayu Jambi tetap bertahan hingga masa Reformasi.
Since Jambi Province was established in 1957, Jambi Malay culture has experienced various changes. This study aims to explain the development of Jambi Malay culture from the period of the first governor to the Reform Era. This study uses a historical method with a descriptive-qualitative approach through a literature study. The results show that during the first governor's period, Malay customs and values were part of community life. During the New Order, government standardization policies affected customary institutions, but customary values continued to survive. During the Reform Era, regional autonomy provided greater opportunities for customary institutions to preserve Jambi Malay culture. In conclusion, although customary institutions experienced changes, the values and cultural identity of the Jambi Malay community continued to survive until the Reform Era.




