PEMBUATAN DAN UJI ORGANOLEPTIK TEH BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.)

Penulis

  • Rakha Arkan Diva MTsN 1 Banda Aceh

Kata Kunci:

Bunga Telang, Teh Herbal, Organoleptik, Antosianin, Minuman Alami

Abstrak

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal alami karena memiliki pigmen antosianin yang menghasilkan warna biru khas dan dapat mengalami perubahan warna akibat perubahan tingkat keasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan teh bunga telang serta menggambarkan penerimaan produk berdasarkan karakteristik organoleptik. Penelitian menggunakan metode eksperimen sederhana dengan pendekatan deskriptif. Proses pembuatan dilakukan melalui pemilihan dan pencucian bunga telang, penyeduhan menggunakan air hangat, penyaringan, serta penambahan bahan pendukung seperti gula dan perasan lemon atau jeruk nipis. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase penilaian yang tercantum dalam laporan penelitian. Hasil menunjukkan bahwa indikator rasa memperoleh persentase tertinggi sebesar 100%, sedangkan warna, tekstur, dan aroma masing-masing memperoleh 88%. Perubahan warna dari biru menjadi ungu terlihat ketika seduhan bunga telang dicampurkan dengan bahan yang bersifat asam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bunga telang dapat diolah menjadi minuman dengan karakteristik warna menarik dan rasa yang dapat disesuaikan. Namun, penelitian ini belum membuktikan kandungan antioksidan produk akhir maupun manfaat klinisnya bagi kesehatan.

Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) is a plant that can be used as a natural herbal beverage because it contains anthocyanin pigments responsible for its characteristic blue color, which may change with acidity. This study aimed to describe the preparation of butterfly pea tea and its acceptance based on organoleptic characteristics. The research employed a simple experimental method with descriptive analysis. The preparation process involved selecting and washing the flowers, steeping them in warm water, filtering the infusion, and adding optional ingredients such as sugar, lemon, or lime juice. The observations were analyzed descriptively using the assessment percentages reported in the research document. The results showed that taste received the highest assessment percentage at 100%, while color, texture, and aroma each received 88%. The infusion changed from blue to purple when mixed with acidic ingredients. These findings indicate that butterfly pea flowers can be processed into a beverage with an attractive color and an adjustable taste profile. However, this study did not measure the antioxidant content of the final product or establish its clinical health benefits.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31