ADAPTASI DAN RESISTENSI KULTURAL: PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBERLANJUTAN TRADISI MELAYU JAMBI DI BAWAH ARUS MODERNISASI (1900–1945)

Penulis

  • Shindi Agita Putri Universitas Jambi
  • Ari Dewi Sari Universitas Jambi
  • Chelsya Meisa Futry Universitas Jambi
  • Elva Martchelia Universitas Jambi
  • Marselina Sinaga Universitas Jambi
  • Fatonah Nurdin Universitas Jambi
  • Nirwan Il Yasin Universitas Jambi

Kata Kunci:

Perubahan Sosial, Keberlanjutan Tradisi, Melayu Jambi

Abstrak

Kebudayaan Melayu Jambi memiliki akar sejarah yang kuat dengan berpedoman pada falsafah "Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah". Namun, masuknya modernisasi kolonial pada awal abad ke-20 hingga masa pendudukan Jepang tahun 1945 membawa gelombang perubahan struktural yang masif terhadap tatanan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat lokal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan sosial-budaya masyarakat Melayu Jambi serta mengidentifikasi bentuk-bentuk keberlanjutan (continuity) tradisi di tengah tekanan modernisasi dan militerisme. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan pendekatan sosiologis-antropologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  meskipun  kebijakan  kolonial  dan  pendudukan  Jepang mengubah lanskap ekonomi serta birokrasi tradisional, masyarakat Melayu Jambi tetap mempertahankan nilai-nilai inti kebudayaan, hukum adat, dan ekspresi seni sebagai bentuk adaptasi serta resistensi kultural. Secara kesimpulan, meskipun tekanan struktural dan modernisasi mendesak sebagian unsur tradisi hingga mengalami pergeseran, masyarakat Melayu Jambi berhasil mempertahankan eksistensi kulturalnya melalui strategi adaptasi yang dinamis, menjadikan falsafah adat dan agama sebagai benteng pertahanan identitas yang kokoh hingga tahun 1945

Jambi Malay culture has deep historical roots guided by the philosophy, "Custom is anchored in religious law, religious law is anchored in the Book of God." However, the entry of colonial modernization in the early 20th century up to the Japanese occupation in 1945 brought a massive wave of structural changes to the social, economic, and political order of the local community. This article aims to analyze the dynamics of socio-cultural changes in the Jambi Malay society and to identify forms of traditional continuity amid the pressures of modernization and militarism. This study employs a critical historical method encompassing heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, utilizing a socio-anthropological approach. The findings indicate that although colonial policies and the Japanese occupation altered the economic landscape and traditional bureaucracy, the Jambi Malay community maintained core cultural values, customary laws, and artistic expressions as forms of adaptation and cultural resistance. In conclusion, although structural pressures and modernization pushed certain traditional elements toward shift or extinction, the Jambi Malay community successfully preserved its cultural existence through dynamic adaptation strategies, utilizing customary and religious philosophy as a robust stronghold of identity until 1945.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31