KESEJAHTERAAN GURU NON-PNS DALAM PERSPEKTIF TEORI MASLOW

Studi Kasus Sdk Kokang, Flores Timur

Penulis

  • Kornelia Elfrida Dua Onan Universitas Nusa Cendana
  • Susana C. L. Pellu Universitas Nusa Cendana
  • Imanta I. Perangin Angin Universitas Nusa Cendana
  • Christine E. Meka Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Kesejahteraan Guru, Guru Non-PNS, Kebutuhan Dasar, Maslow, Sekolah Dasar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan Guru Non-PNS di Sekolah Dasar Katolik Kokang, Desa Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, dengan menggunakan kerangka Teori Kebutuhan Dasar Abraham Maslow. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan pada 7–27 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan guru Non-PNS belum terpenuhi secara optimal, terutama pada aspek kebutuhan fisiologis dan rasa aman akibat keterbatasan pendapatan dan belum adanya kepastian status kepegawaian. Namun demikian, kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri relatif terpenuhi melalui dukungan masyarakat, hubungan interpersonal yang harmonis, serta keterlibatan dalam kegiatan pengembangan profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan kesejahteraan guru Non-PNS masih bersifat parsial dan memerlukan perhatian yang lebih komprehensif.

This study aims to analyze the welfare of non-civil servant teachers at Sekolah Dasar Katolik Kokang, Ojandetun Village, Wulanggitang District, East Flores Regency, using Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs theory as the analytical framework. The research employed a qualitative approach through observation, interviews, and documentation conducted from January 7 to January 27, 2026. The findings indicate that teachers’ welfare has not been optimally fulfilled, particularly in terms of physiological and safety needs due to limited income and the absence of employment security. However, social needs, esteem, and self-actualization needs are relatively fulfilled through community support, harmonious interpersonal relationships, and participation in professional development activities. These findings suggest that teacher welfare fulfillment remains partial and requires more comprehensive attention.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30