FENOMENA INTERAKSI SOSIAL DAN CIRCLE PERTEMANAN DI KALANGAN MAHASISWA: STUDI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SOSIOLOGI UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Penulis

  • Yasinta Melita Dawan Universitas Nusa Cendana
  • Susana C. L. Pellu Universitas Nusa Cendana
  • Imanta I. Perangin Angin Universitas Nusa Cendana
  • Lenny S. Bire Manoe Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Interaksi Sosial, Circle Pertemanan, Mahasiswa, Identitas Sosial, Eksklusivitas Social

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena interaksi sosial dan pembentukan circle pertemanan di kalangan mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive sampling, yaitu mahasiswa yang tergabung dalam circle pertemanan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan circle pertemanan dipengaruhi oleh kesamaan latar belakang, pengalaman, dan cara pandang yang ditemukan melalui interaksi sosial yang intens. Circle yang terbentuk cenderung bersifat tertutup dan berfungsi sebagai identitas kolektif yang memperkuat kohesi internal kelompok. Dalam perspektif Teori Identitas Sosial, fenomena ini mencerminkan proses kategorisasi, identifikasi, dan diferensiasi antara in-group dan out-group (Tajfel & Turner, 1979). Keberadaan circle memiliki peran penting sebagai ruang dukungan sosial, emosional, dan akademik yang meningkatkan kenyamanan serta rasa memiliki mahasiswa. Namun, circle juga menimbulkan implikasi negatif berupa terbatasnya interaksi sosial dengan mahasiswa di luar kelompok serta munculnya jarak sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa circle pertemanan memiliki karakter ambivalen, yaitu memperkuat solidaritas internal sekaligus membatasi interaksi sosial yang lebih luas. Temuan ini berkontribusi dalam memahami dinamika relasi sosial mahasiswa serta menunjukkan pentingnya mendorong interaksi yang lebih inklusif di lingkungan kampus.

This study aims to analyze the phenomenon of social interaction and the formation of friendship circles (circles) among students of the Sociology Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Nusa Cendana. This research employs a qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, focusing on students who are members of specific friendship circles. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the formation of friendship circles is driven by shared backgrounds, experiences, and perspectives identified through intensive social interactions. These circles tend to be exclusive and function as collective identities that strengthen internal group cohesion. From the perspective of Social Identity Theory, this phenomenon reflects processes of social categorization, identification, and differentiation between in-groups and out-groups (Tajfel & Turner, 1979). Friendship circles play a significant role as sources of social, emotional, and academic support, enhancing students’ sense of belonging and comfort. However, they also produce negative implications, including limited interaction with students outside the group and the emergence of social distance. This study concludes that friendship circles have an ambivalent character: they reinforce internal solidarity while simultaneously restricting broader social interaction. These findings contribute to a deeper understanding of student social dynamics and highlight the need to promote more inclusive interaction within academic environments.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30