ANALISIS MANAJEMEN PERAWATAN MESIN PENGGILING PADI DENGAN PENDEKATAN FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DI CV. AMARTA JAYA SELIP
Kata Kunci:
Failure Mode And Effect AnalysisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perawatan mesin penggilingan padi menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di CV. Amarta Jaya Selip. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya mutu beras yang dihasilkan, yang didominasi oleh kategori Medium-2 berdasarkan SNI 6128:2015, serta tingginya frekuensi kerusakan mesin akibat sistem perawatan yang masih bersifat reaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi mode kegagalan pada komponen mesin, menentukan nilai Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D), serta menghitung Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa komponen mesin memiliki nilai RPN tinggi, yang mengindikasikan tingkat risiko kegagalan yang signifikan, seperti pada pisau pemotong, motor penggerak, dan ayakan. Tingginya nilai RPN disebabkan oleh keausan komponen, kurangnya perawatan berkala, serta keterbatasan sistem deteksi dini terhadap kerusakan. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah butir patah dan menir, serta menurunnya persentase beras kepala.Berdasarkan hasil analisis, disarankan penerapan sistem pemeliharaan preventif yang terjadwal, perbaikan prosedur operasional, serta peningkatan keterampilan operator dalam pengoperasian dan perawatan mesin. Dengan penerapan strategi tersebut, diharapkanĀ dapat meningkatkan keandalan mesin, mengurang frekuensi kerusakan, serta meningkatkan mutu beras hingga mencapai standar yang lebih tinggi sesuai SNI 6128:2015
This study aims to analyze the maintenance management of rice milling machines using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method at CV. Amarta Jaya Selip. The background of this research is the relatively low quality of rice produced, which is predominantly categorized as Medium-2 based on SNI 6128:2015 standards, as well as the high frequency of machine failures due to a reactive maintenance system. The research method used is a descriptive approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation studies. The analysis was conducted by identifying potential failure modes in machine components, determining the values of Severity (S), Occurrence (O), and Detection (D), and calculating the Risk Priority Number (RPN) to establish maintenance priorities.The results show that several machine components have high RPN values, indicating significant failure risks, particularly in the cutting blades, driving motor, and sieving unit. The high RPN values are caused by component wear, lack of routine maintenance, and limited early detection systems for potential failures. These conditions lead to an increase in broken rice and small fragments, as well as a decrease in the percentage of head rice.Based on the analysis results, it is recommended to implement a scheduled preventive maintenance system, improve operational procedures, and enhance operator skills in machine operation and maintenance. The implementation of these strategies is expected to improve machine reliability, reduce failure frequency, and enhance rice quality to meet higher standards in accordance with SNI 6128:2015.




