IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Kata Kunci:
Implementasi, Kurikulum Merdeka, Mata Pelajaran Bahasa IndonesiaAbstrak
Tujuan penelitian ini ada empat yaitu: (1) untuk menjelaskan kebijakan sekolah tentang kurikulum merdeka, (2) untuk menjelaskan perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia dalam implementasi kurikulum merdeka, (3) untuk menjelaskan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dalam implementasi kurikulum merdeka, dan (4) untuk menjelaskan kendala dan solusi dalam implementasi kurikulum merdeka. Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) kebijakan sekolah tentang kurikulum merdeka sudah cukup baik dalam melakukan kebijakannya, diketahui kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah menunjukkan komitmen terhadap penerapan kurikulum merdeka dengan dukungan melalui pelatihan, kebijakan yang mendukung fleksibilitas, serta pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, (2) perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia dalam implementasi kurikulum merdeka sudah baik dalam persiapannya. Hal tersebut dibuktikan dengan guru telah merancang Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Modul Ajar, (3) pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dalam implementasi kurikulum merdeka sudah cukup baik dalam pelaksanaannya. Hal tersebut juga dibuktikan dengan guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai modul ajar yang telah disusun. Kemudian guru juga telah menguasai pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dalam pembelajaran. Namun, perlu ditingkatkan kembali dalam penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, dan dalam menguasai suasana kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung, dan (4) kendala dan solusi dalam implementasi kurikulum merdeka. Kendala yang dihadapi seperti kekurangan sarana dan prasarana yang memadai, masih ada guru yang belum mengikuti pelatihan, dan masih ada guru yang mengalami kesulitan dalam membuat bahan ajar dan perangkat pembelajaran. Namun, sekolah juga berupaya mencari solusi menunjukkan bahwa ada langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru bahasa indonesia yang diambil guna mengatasi masalah dan meningkatkan implementasi kurikulum merdeka di sekolah.
The purpose of this research is fourfold, namely: (1) to explain the school policy on the independent curriculum; (2) to explain the planning of Indonesian language learning in implementing the independent curriculum; (3) to explain the implementation of Indonesian language learning in implementing the independent curriculum; and (4) to explain the obstacles and solutions in implementing the independent curriculum. The results of this study are as follows: (1) The school policy on the independent curriculum is quite good in carrying out its policies; it is known that the principal, as the school leader, shows commitment to the implementation of the independent curriculum with support through training, policies that support flexibility, and continuous supervision and evaluation. (2) Planning for Indonesian language learning in the implementation of the independent curriculum is good in its preparation. This is evidenced by the fact that teachers have designed learning outcomes (CP), learning objectives (TP), flow of learning Objectives (ATP), flow of learning Objectives (ATP), and teaching modules. (3) The implementation of Indonesian language learning in the implementation of an independent curriculum is quite good in its implementation. This is also evidenced by the fact that the teacher has carried out the learning according to the teaching module that has been prepared. Then the teacher has also mastered the introduction, core, and closing activities in learning. However, it needs to be improved again in the use of varied learning media, in mastering the classroom atmosphere when the teaching and learning process takes place, and (4) obstacles and solutions in implementing the independent curriculum. The obstacles faced include the lack of adequate facilities and infrastructure; there are still teachers who have not participated in training; and there are still teachers who have difficulty making teaching materials and learning tools. However, the school also tries to find solutions, showing that there are anticipatory steps taken by the principal and Indonesian language teachers to overcome problems and improve the implementation of the independent curriculum at school.




