ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KINERJA WALI KOTA MEDAN 2021-2024 DI KELURAHAN INDRAKASIH KECAMATAN MEDAN TEMBUNG
Kata Kunci:
Kinerja Wali Kota, Bobby Nasution, Infrastruktur, Pelayanan Publik, Kebijakan Ekonomi, Kepuasan Masyarakat, MedanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Wali Kota Medan Bobby Nasution, selama periode 2021-2024, berdasarkan persepsi masyarakat terkait dengan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kebijakan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara dengan tujuh responden di Kelurahan Indrakasih, Kecamatan Medan Tembung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum mengapresiasi upaya peningkatan infrastruktur, terutama perbaikan jalan dan penanggulangan banjir yang membawa manfaat nyata. Program gotong-royong yang digalakkan oleh pemerintah kota juga diapresiasi karena berhasil meningkatkan kebersihan lingkungan. Namun, masyarakat masih menyampaikan keluhan terkait kualitas proyek infrastruktur yang dianggap tidak merata, lambatnya respon pemerintah terhadap berbagai keluhan publik, serta pelayanan kesehatan dan pendidikan yang dianggap belum optimal.Dalam hal kebijakan ekonomi, upaya pemerintah kota untuk mendukung pengembangan UMKM diterima dengan baik oleh sebagian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil. Namun, terdapat kritik dari sektor informal yang merasa belum mendapatkan perhatian yang memadai, khususnya pekerja tradisional yang sulit bersaing dengan perkembangan teknologi modern. Responden juga menyebutkan bahwa beberapa program bantuan ekonomi belum dirasakan dampaknya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara keseluruhan, meskipun ada kemajuan dalam beberapa aspek, penelitian ini menyoroti bahwa pemerintah kota perlu meningkatkan responsivitas, pemerataan manfaat, dan memperbaiki kualitas pelayanan publik untuk mencapai tingkat kepuasan masyarakat yang lebih tinggi.
This research examines the challenges in learning Citizenship Education (PKn) at the Elementary School (SD) level in Indonesia, especially in the context of implementing the 2013 Curriculum. This curriculum is designed to overcome the weaknesses of previous education which focused too much on cognitive competence, by adding dimensions of attitudes and skills that based on creativity, innovation and productivity. However, its implementation faces various obstacles such as teachers' lack of understanding of new learning concepts and approaches, a curriculum that is too dense, and a lack of collaboration with education stakeholders. This research also found that many teachers have difficulty preparing effective learning plans and implementing a scientific approach in the teaching and learning process. Apart from that, challenges such as lack of support for facilities and infrastructure, as well as low student participation in Civics learning are obstacles in achieving the expected goals of developing student character. Through observations and interviews with teachers and students, this research identified that curriculum changes require significant adaptation from teachers to develop more interactive and relevant learning strategies. This research recommends improving the quality of human resources and adapting learning methods to suit student needs, so that Civics learning can become more interesting and effective in shaping student character in accordance with national education goals.




