PERAN DIKSI DALAM MENCIPTAKAN KEDEKATAN EMOSIONAL ANTAR TOKOH DALAM CERITA ASRAMA LANTAI 7 KARYA JAESA LEE DI APLIKASI WATTPAD
Kata Kunci:
Diksi, Kedekatan Emosional, Tokoh, WattpadAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diksi dalam menciptakan kedekatan emosional antar tokoh dalam cerita Asrama Lantai 7 karya Jaesa Lee yang dipublikasikan melalui platform Wattpad. Metode yang digunakan adalah Stilistika dengan pemilihan kata, frasa, kalimat yang menggambarkan suasana emosional dalam cerita. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, serta dialog yang mengandung unsur diksi dalam teks cerita. Contoh data yang ditemukan antara lain penggunaan kata “kita”, “bareng”, dan “keluarga”, frasa “rumah kedua”, serta dialog seperti “Lo nggak sendirian, gue ada buat lo” yang menunjukkan dukungan emosional antar tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca dan mencatat, sedangkan analisis data dilakukan secara dengan cara menggunakan metode penelitian analisis wacana dengan mengklasifikasikan jenis-jenis diksi dan fungsinya dalam konteks cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika untuk menganalisis penggunaan diksi dalam cerita Asrama Lantai 7 karya Jaesa Lee. Analisis dilakukan dengan metode analisis wacana model Teun A. van Dijk untuk melihat fungsi penggunaan bahasa dalam membangun kedekatan emosional antartokoh.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diksi memiliki peran yang sangat signifikan dalam membangun kedekatan emosional antar tokoh. Penggunaan diksi inklusif seperti “kita” dan “bareng” mampu menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas. Diksi konotatif seperti “rumah kedua” dan “hangat” memperdalam makna emosional dan menghadirkan nuansa keakraban. Selain itu, penggunaan diksi sederhana dan akrab dalam dialog membuat interaksi terasa natural dan realistis, sehingga meningkatkan keterlibatan pembaca. Diksi konkret membantu menghadirkan gambaran visual yang hidup, sementara diksi abstrak memperkuat nilai-nilai hubungan seperti persahabatan dan kepercayaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemilihan diksi yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun suasana, memperkuat relasi sosial, serta menciptakan pengalaman emosional yang mendalam bagi pembaca dalam karya sastra digital.
his study aims to analyze the role of diction in creating emotional closeness between characters in the story Asrama Lantai 7 by Jaesa Lee published through the Wattpad platform. The method used is Stylistics with the selection of words, phrases, sentences that describe the emotional atmosphere in the story. The research data are in the form of words, phrases, sentences, and dialogues that contain elements of diction in the story text. Examples of data found include the use of the words "we", "together", and "family", the phrase "second home", and dialogues such as "You are not alone, I am here for you" which show emotional support between characters. Data collection techniques are carried out through reading and taking notes, while data analysis is carried out using discourse analysis research methods by classifying the types of diction and their functions in the context of the story. This study uses a stylistic approach to analyze the use of diction in the story Asrama Lantai 7 by Jaesa Lee. The analysis is carried out using the discourse analysis method of the Teun A. van Dijk model to see the function of language use in building emotional closeness between characters. The results of the study show that diction has a very significant role in building emotional closeness between characters. The use of inclusive diction such as "we" and "together" can create a sense of togetherness and solidarity. Connotative diction such as "second home" and "warm" deepens emotional meaning and creates a sense of intimacy. Furthermore, the use of simple and familiar diction in dialogue makes interactions feel natural and realistic, thus increasing reader engagement. Concrete diction helps create vivid visual images, while abstract diction reinforces relational values such as friendship and trust. Thus, it can be concluded that choosing the right diction not only serves as a communication tool but also as a means to establish atmosphere, strengthen social relationships, and create a deep emotional experience for readers in digital literary works.




