DAMPAK PENAMBANGAN PASIR PADA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BINTUNGAN BEJANGKAR, KECAMATAN BATAHAN, PROVINSI SUMATERA UTARA MENURUT PESPEKTIF EKONOMI ISLAM

Penulis

  • Rian Ardiansyah Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek, Bukittinggi
  • Novera Martilova Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek, Bukittinggi

Kata Kunci:

Dampak, Penambangan Pasir, Meningkatkan Perekonomian, Dan Perspektif Ekonomi Islam

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan sumberdaya alam yaitu berupa sumberdaya pasir yang di eksploitasi secara berlebihan yang memberikan beberapa dampak baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Masyarakt di Desa Bintungan Bejangkar sudah menambang selama puluhan tahun dan menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat, hal ini menyebakan masyarakat ketergantungan pada penambangan pasir untuk memenuhi kebutuhan. disamping memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat penambangan pasir juga menyebabkan masalah sosial seperti perkebunan masyarakat di tepi sungai longsor dan menyebabkan kerugian bagi petani, bahkan rumah masyarakat yang dekat dengan sungai juga terkena longsor akibat penambangan pasir, hal ini di sebabkan karena penambangan pasir yang di lakukan belum sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi islam yaitu tidak berlebihan dan untuk kemaslahatan bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan dari kegiatan penambangan pasir bagi perekonomian masyarakat ditinjau dari perspektif ekonomi islam. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpalan data. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari informan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak dari kegiatan penambangan pasir ini meliputi: tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, kerusakan lingkungan serta terjadinya konflik sosial. Dilihat dari perspektif ekonomi islam kegiatan penambangan pasir pada dasarnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi islam prinsip ketuhanan, keadilan, kemaslahatan, tanggung jawab dan keberlanjutan. Hal ini dilihat dari dampak-dampak yang ditimbulkan dari kegiatan penambangan pasir yang menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak sesuai dengan prinsip ketuhanan karena manusia dijadikan allah khalifah di bumi untuk memanfaatkan, mengelola dan melestarikan sumberdaya yang ada. Selanjutnya konflik sosial yang di timbulkan melanggar prinsip keadilan, karena sumberdaya seperti pasir adalah milik umum atau milik bersama, namun di Desa Bintungan Bejangkar sumberdaya pasir di miliki oleh individu. Dengan demikian kegiatan penambangan pasir tidak sesuai dengan nilai-nilai islam.

This research is motivated by the utilization of natural resources in the form of sand resources that are over-exploited which has several impacts, both positive and negative. The community in Bintungan Bejangkar Village has been mining for decades and has become the main source of income for the community, this causes the community to depend on sand mining to meet their needs. In addition to providing benefits to the community's economy, sand mining also causes social problems such as landslides in community plantations on the riverbanks and causing losses for farmers, even community houses near the river are also affected by landslides due to sand mining, this is because the sand mining carried out is not in accordance with the principles of Islamic economics, namely not excessive and for the common good. The purpose of this study is to determine the impacts of sand mining activities on the local economy from an Islamic economic perspective. This research is a qualitative study using data collection techniques. The data used are primary and secondary data obtained from informants through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the impacts of sand mining activities include: the availability of employment, increasing community income, environmental damage and the occurrence of social conflict. Viewed from an Islamic economic perspective, sand mining activities are basically not in accordance with the principles of Islamic economics, the principles of divinity, justice, welfare, responsibility and sustainability. This is seen from the impacts caused by sand mining activities that cause environmental damage that is not in accordance with the principles of divinity because humans were made by Allah as caliphs on earth to utilize, manage and preserve existing resources. Furthermore, the social conflict that arises violates the principle of justice, because resources such as sand are public property or shared property, but in Bintungan Bejangkar Village, sand resources are owned by individuals. Thus, sand mining activities are not in accordance with Islamic values.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31