PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN NELAYAN RUMPUT LAUT DI KABUPATEN SABU RAIJUA

Penulis

  • Ferdinandus Ngau Lobo Universitas Katolik Widya Mandira
  • Cyntha Eliza Rohi Mone Universitas Katolik Widya Mandira
  • Noviani Narwasti Ndun Universitas Katolik Widya Mandira

Kata Kunci:

Perlindungan, Pemberdayaan, Nelayan Rumput Laut

Abstrak

Untuk menjamin kepastian hukum terhadap perlindungan dan pemberdayaan nelayan rumput laut pemerintah melakukan pendekatan sosial dengan mendorong petani rumput laut untuk menerapkan praktek manajemen terbaik yang lebih ramah lingkungan . Hal tersebut dituangkan dalam Raperda kabupaten Sabu Raijua Tentang Perlindungan dan pemberdayaan nelayan Rumput Laut. Kenyataan yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua dari data yang diperoleh peneliti sebanyak 4.154 pembudidaya rumput laut diSabu Raijua, hampir seluruhnya melakukan budidaya rumput laut dengan tidak ramah lingkungan atau dengan cara yang tidak tepat. Dengan tidak melakukan pembudidayaan rumput laut dengan tidak ramah lingkungan sehingga  berdampak buruk kehidupan ekosistem laut. Dengan demikian permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu “ Perlindungan Dan Pemberdayaan Nelayan Rumput Laut Di Kabupaten Sabu Raijua “ dan Tujuan dari penulisan ini yaitu Untuk mengetahui penyebab masyarakat kabupaten Sabu Raijua Yang bekerja sebagai nelayan rumput laut  melakukan budidaya rumput laut dengan tidak ramah lingkungan. Manfaat penulisan ini yaitu manfaat praktis diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada Masyarakat terkhusunya nelayan rumput laut  terkait pentingnya melakukan budidaya rumput laut dengan cara yang tepat, manfaat teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan ilmu dan perluasan pengetahuan khususnya mengenai pentingnya budidaya  rumput laut yang ramah lingkungan dengan prosedur yang tepat.

To ensure legal certainty for the protection and empowerment of seaweed fishermen, the government is taking a social approach by encouraging seaweed farmers to implement best management practices that are more environmentally friendly. This is outlined in the Draft Regional Regulation of Sabu Raijua Regency on the Protection and Empowerment of Seaweed Fishermen. The reality that occurs in Sabu Raijua Regency from data obtained by researchers as many as 4,154 seaweed farmers in Sabu Raijua, almost all of them cultivate seaweed in an environmentally unfriendly or inappropriate way. By not doing seaweed cultivation with environmentally unfriendly so that it adversely affects the life of the marine ecosystem.Thus the problem raised in this research is "Protection and Empowerment of Seaweed Fishermen in Sabu Raijua Regency" and the purpose of this writing is to find out the causes of the people of Sabu Raijua district who work as seaweed fishermen cultivating seaweed in an environmentally unfriendly manner. The benefits of this writing are practical benefits are expected to provide understanding to the community especially seaweed fishermen regarding the importance of cultivating seaweed in the right way, theoretical benefits are expected to contribute ideas for the development of science and the expansion of knowledge, especially regarding the importance of environmentally friendly seaweed cultivation with the right procedures.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-02