IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: TANTANGAN DAN HARAPAN DI SD AL-WASHLIYAH KM 6
Kata Kunci:
Implementasi, Kurikulum Merdeka, Sekolah SD Al-Washliyah Km 6 MedanAbstrak
Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kurikulum yang menggunakan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, sehingga konten akan lebih baik/optimal untuk seluruh peserta didik agar dapat mempunyai cukup waktu dalam mendalami suatu konsep serta menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada sekolah SD Al-Washliyah Km 6 Medan, serta kendala yang dihadapi setiap guru dalam pengimplementasian Kurikulum Mederka Belajar pada sekolah SD Al-Washliyah Km 6 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dalam mengimplementasikan kurikum merdeka pada sekolah SD Al-Washliyah Km 6 Medan, dimulai dari perencanaan yang terdiri dari menyusun KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan), pembuatan modul ajar, selanjutnya tahap pelaksanaan dimulai pembelajaran intrakurikuler, dan pembelajaran melalui projek penguatan profil pelajar pancasila, dan terakhir dari implementasi kurikulum merdeka yakni evaluasi yang terdiri dari asesmen, kriteria kenaikan kelas, dan kriteria kelulusan. Berdasarkan penelitian juga ditemukan hambatan dalam pengimplementasian kurikulum merdeka di SD Al-Washliyah Km 6 Medan, yakni kurangnya referensi terutama buku paket dan buku penunjang yang terkait dengan kurikulum merdeka, kurangnya pengalaman tenaga pengajar (guru) dalam menerapakan pembelajaran berdeferensiasi dan masih ada guru yang minset atau cara berpikir tidak berubah, masih ada guru yang mempertahankan gaya mengajar yang tidak memerdekakan siswa.
The Merdeka Curriculum is a curriculum that uses a variety of intracurricular learning, so that the content will be better/optimally for all students so that they can have enough time to explore a concept and strengthen competencies. Teachers have the freedom to choose various teaching tools so that learning can be tailored to the learning needs and interests of students. This study used qualitative research methods. This research aims to analyze the implementation of the Independent Learning Curriculum at the Al-Washliyah Km 6 Medan Elementary School, as well as the obstacles faced by each teacher in implementing the Free Learning Curriculum at the Al-Washliyah Km 6 Medan Elementary School. This research uses a qualitative approach, using data collection methods such as observation, interviews and documentation. The research results show that in implementing the independent curriculum at the Al-Washliyah Km 6 Elementary School in Medan, starting from planning which consists of compiling KOSP (Educational Unit Operational Curriculum), creating teaching modules, then the implementation stage begins with intracurricular learning, and learning through profile strengthening projects Pancasila students, and finally the implementation of the independent curriculum, namely evaluation which consists of assessment, class promotion criteria, and graduation criteria. Based on the research, obstacles were also found in implementing the independent curriculum at SD Al-Washliyah Km 6 Medan, namely the lack of references, especially textbooks and supporting books related to the independent curriculum, the lack of experience of teaching staff (teachers) in implementing differentiated learning and there are still teachers who are lacking or the way of thinking has not changed, there are still teachers who maintain a teaching style that does not liberate students.




