SEJARAH FRAGMENTASI PEDAGANG DI PASAR HEWAN KUDA DI TOLO’ KECAMATAN KELARA KABUPATEN JENEPONTO (1998-2019)

Penulis

  • Wahyuni Nur Ahmad Universitas Negeri Makassar
  • Syamsu Kamaruddin Universitas Negeri Makassar
  • A. Octamaya Tenri Awaru Universitas Negeri Makassar

Kata Kunci:

Pasar Hewan Kuda, Perdagangan, Jeneponto

Abstrak

Kabupaten Jeneponto merupakan kabupaten dengan julukan Gantala Jarang karena kegemaran masyaratnya memakan daging kuda. Kuda memiliki potensi cukup besar sehingga sebagian warga kabupaten Jeneponto melakukan perdagangan hewan khususnya kuda. Selain itu kabupaten Jeneponto juga Memiliki pasar hewan kuda yang terletak di Tolo’ Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto. Ternak kuda yang di perdagangkan di pasar tersebut tentu melalui beberapa tahapan pemasaranya. Perdagangan kuda yang terdapat di pasar hewan kuda Tolo’ Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto tersebut memiliki pengaruh dan dampak bagi masyarakat di Kabupaten Jeneponto. Untuk itu dengan penelitian ini akan mendeskripsikan hal yang terkait diatas dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sebagai studi yang muatannya tentang sejarah, maka dari itu tulisan ini menggunakan metode sejarah. Penggunaan metode ini bertujuan menguji dan menganalisis secara kritis mengenai rekaman ingatan dari para narasumber hingga pelaku yang memanfaatkan pasar hewan kuda tersebut. Adapun metode sejarah terdiri dari beberapa tahap antara lain; heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.

Jeneponto Regency is a district with the nickname Gantala Jarang because of its people's love of eating horse meat. Horses have quite a large potential so that some Jeneponto district residents trade in animals, especially horses. Apart from that, Jeneponto Regency also has a horse market which is located in Tolo', Kelara District, Jeneponto Regency. Horses traded in the market certainly go through several stages of marketing. The horse trade at the Tolo' horse market, Kelara District, Jeneponto Regency has an influence and impact on the people of Jeneponto Regency. For this reason, this research will describe the matters related above using a qualitative approach, as a study whose content is about history, therefore this article uses historical methods. The aim of using this method is to test and critically analyze the recorded memories of the sources and actors who utilize the horse market. The historical method consists of several stages, including; heuristics, source criticism, interpretation and historiography.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-07