ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN UMP TERHADAP PENGELUARAN MASYARAKAT DI DKI JAKARTA
Kata Kunci:
Pendapatan, UMP, KonsumsiAbstrak
Upah Minimum yaitu suatu penerimaan yang didapat bulanan minimum (terendah) sebagai imbalan dari pengusaha kepada karyawan/ pekerja untuk suatu jasa atau jenis pekerjaan yang dilakukan dan dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan berdasarkan persetujuan juga peraturan perundang-undangan nantinya dibayarkan berdasarkan suatu kontrak kerja antara pengusaha dengan karyawan termasuk adanya tunjangan, mencakup karyawan maupun keluarganya. Kebijakan UMP dapat mempengaruhi pengeluaran masyarakat di DKI Jakarta. Kebijakan upah minimum merupakan salah satu instrumen penting dalam kebijakan publik mempengaruhi pasar tenaga kerja dengan tujuan meningkatkan pendapatan pekerja terendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan UMP terhadap pengeluaran masyarakat. Metode yang digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana, kemudian hasil yang diperoleh adalah variabel pendapatan memiliki pengaruh positif terhadap pengeluaran masyarakat di DKI Jakarta.
Minimum Wage is a receipt obtained monthly minimum (lowest) in return from employers to employees/workers for a service or type of work performed and assessed in the form of money determined based on approval and laws and regulations will be paid based on an employment contract between employers and employees including benefits, including employees and their families. UMP policy can affect people's spending in DKI Jakarta. The minimum wage policy is one of the important instruments in public policy influencing the labor market with the aim of increasing the lowest worker income. This research aims to determine the influence of UMP policies on community spending. The method used is a simple linear regression analysis, then the results obtained are income variables that have a positive influence on public spending in DKI Jakarta.




