PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM UPAYA DERADIKALISASI: ANALISIS KOMPARATIF DARI BERBAGAI NEGARA

Penulis

  • T. Yumna Syadza Zahra Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis
  • Siti Syafira Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis
  • Tiara Fazila Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis
  • Suci Rahmadani Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis
  • Feby Jumaini Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis
  • Nurjannatul Wahyuni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis
  • Muhajir Dariws Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis

Kata Kunci:

Islam dan Deradikalisasi

Abstrak

Pendidikan Islam dan deradikalisasi memiliki relasi yang sangat erat oleh karena itu, Islam merupakan agama yang memliki pengikut yang begitu banyak, dari sekian banyak ummat itulah, maka berbagai macam perspektif yang kemudian mempunyai banyak pandangan terkait dengan islam itu sendiri. Adanya pemahaman yang radikal tidak bisa dihindari terhadap pemahaman kegamaan dan dunia keislaman, sehingga terkadang menimbulkan aksi-aksi yang di luar batas kearifan kemanusiaan, salah satu contohnya adalah aksi terorism, kegiatan teror dengan mengatasnamakan agama merupakan salah satu alasan yang paling ampuh untuk menarik simpatisan dan masyarakat untuk melakukan kegiatan aksiaksi teror dengan dimingi imajinasi sorga dan syuhada’ yang mereka yakini sebagai aksi mereka yang dianggap benar dan legal dalam mensyiarkan agama. Jika kita golongkan, maka ada dua jenis teror yang telah dilakukan oleh terorism, yaitu teror fisik dengan aksi violence dan teror non fisik atau terror of mind. Ada terror yang merupakan bagian dari perang tetapi ada pula yang menjadi bagian dari aksi terror masyarakat sipil. Teror yang terjadi di Indonesia dalam kurun 10 tahun terakhir setelah era reformasi adalah teror bukan dalam kondisi perang fisik dengan menggunakan senjata, sekalipun aksi yang dilakukan kadang mempergunakan senjata, sebenarnya lebih pada terror sipil (civil terrorism) karena terjadi di negara damai. Dan untuk memerangi radikalisme yang semakin hari semakin marak tersebut, maka deradikalisasi perlu kita galakkan dan salah satu metode yang tepat adalah di dunia Pendidikan, termasuk Pendidikan Islam yang di tuntut untuk berkiprah dalam memainkan peran deradikalisasi kepada khalayak masyarakat tersebut.

Islamic education and deradicalization have a very close relationship, therefore, Islam is a religion that has so many followers, from so many people, there are various perspectives which then have many views related to Islam itself. It is inevitable that there is a radical understanding of religious understanding and the Islamic world, so that sometimes it gives rise to actions that are beyond the limits of human wisdom, one example is acts of terrorism, terror activities in the name of religion are one of the most effective reasons to attract sympathizers and people to carry out acts of terror with the imagination of heaven and martyrdom which they believe to be their actions which are considered correct and legal in broadcasting religion. If we classify them, there are two types of terror that have been carried out by terrorism, namely physical terror with acts of violence and non-physical terror or terror of the mind. There is terror which is part of war, but there is also terror which is part of civil society acts of terror. The terror that occurred in Indonesia in the last 10 years after the reform era was terror, not in conditions of physical war using weapons, even though the actions carried out sometimes used weapons, it was actually more of a civil terror because it occurred in a peaceful country. And to combat radicalism which is becoming more and more common, we need to encourage deradicalization and one of the appropriate methods is in the world of education, including Islamic education, which is required to take part in playing the role of deradicalization for the public.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-10