METODE WORKSHOP DAN PERENCANAAN TINDAKAN

Penulis

  • Safina STAIN Bengkalis
  • Azlisugianto STAIN Bengkalis
  • Hidayanti Wulandari STAIN Bengkalis
  • Iswan Syah STAIN Bengkalis
  • Muhammad Putra Ramadhan STAIN Bengkalis
  • Muhajir Darwis STAIN Bengkalis

Kata Kunci:

Workshop, Perencanaan Tindakan, Partisipasi Aktif

Abstrak

Penelitian ini mengkaji efektivitas metode workshop dalam perencanaan tindakan di berbagai konteks organisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode workshop secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, menghasilkan rencana tindakan yang lebih komprehensif, realistis, dan aplikatif. Workshop memungkinkan partisipan untuk berkontribusi dalam proses perencanaan, sehingga tercipta solusi yang lebih inovatif dan responsif terhadap berbagai isu yang dihadapi. Namun, tantangan seperti dominasi individu tertentu, kesenjangan antara perencanaan dan implementasi, serta hambatan teknis dalam workshop virtual diidentifikasi sebagai area yang perlu dikelola dengan baik. Untuk mengatasi tantangan ini, pelatihan fasilitator yang komprehensif, integrasi teknologi yang bijaksana, dan tindak lanjut yang terstruktur direkomendasikan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya metode workshop sebagai alat perencanaan yang efektif dan memberikan wawasan untuk peningkatan lebih lanjut dalam praktek dan penelitian terkait.

This study examines the effectiveness of the workshop method in action planning across various organizational contexts. Using a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observations, and document analysis. The results indicate that the workshop method significantly enhances active participation and collaboration among stakeholders, resulting in more comprehensive, realistic, and applicable action plans. Workshops enable participants to contribute to the planning process, leading to more innovative and responsive solutions to the issues at hand. However, challenges such as individual dominance, gaps between planning and implementation, and technical difficulties in virtual workshops were identified as areas needing effective management. To address these challenges, comprehensive facilitator training, thoughtful integration of technology, and structured follow-up actions are recommended. These findings underscore the importance of the workshop method as an effective planning tool and provide insights for further improvement in practice and related research.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-21