KONSEP ITTIHAD AL-MAJLIS SEBAGAI DASAR KEABSAHAN AKTA NIKAH JARAK JAUH: ANALISIS PEMIKIRAN SYEKH WAHBAH AZ-ZUHAILI

Penulis

  • Galih Widodo UIN STS Jambi
  • Ayub Mursalin UIN STS Jambi
  • Pauzi Muhammad UIN STS Jambi

Kata Kunci:

Ittihad Al-Majlis, Kontrak Pernikahan Jarak Jauh, Media Komunikasi, Wahbah Az-Zuhaili, Hukum Keluarga Islam

Abstrak

Munculnya teknologi komunikasi telah memicu berbagai bentuk kontrak yang dapat dibuat tanpa kehadiran fisik semua pihak di satu tempat, termasuk akta nikah jarak jauh. Situasi ini telah menyebabkan perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai makna ittihad al-majlis sebagai syarat keabsahan akta nikah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konsep ittihad al-majlis Syekh Wahbah az-Zuhaili, meneliti pandangannya tentang keabsahan akta nikah jarak jauh melalui media komunikasi, dan menganalisis penerapan konsep ini dalam konteks teknologi komunikasi modern. Studi ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan normatif dan pendekatan figuratif. Data primer bersumber dari karya Syekh Wahbah az-Zuhaili, khususnya *Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu* dan *Ḥukmu Ijrā’ al-'Uqūd bi Ālāt al-Ittiṣāl al-Ḥadīṡah*, sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku, artikel jurnal, fatwa, dan peraturan yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis isi dan analisis deskriptif-kritis. Studi ini menunjukkan bahwa, menurut Wahbah az-Zuhaili, ittihad al-majlis tidak boleh diartikan secara ketat sebagai pertemuan fisik tetapi lebih sebagai kesatuan waktu dan kesinambungan komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat. Dengan demikian, akad nikah yang dilakukan melalui media komunikasi dapat dianggap memenuhi persyaratan kesatuan majlis, asalkan identitas para pihak diverifikasi, ijab dan qabul berkesinambungan, dan semua unsur dan syarat penting pernikahan terpenuhi. Konsep ini mencerminkan fleksibilitas hukum Islam dalam menanggapi kemajuan teknologi sambil tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar keabsahan kontrak.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30