PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA PEMODELAN STRUKTUR
(Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Serbaguna Center Point Of Indonesia, Kota Makassar)
Kata Kunci:
Building Information Modeling (BIM), Revit, Pekerjaan StrukturAbstrak
Perkembangan teknologi dibidang konstruksi mendorong penggunaan metode yang lebih efektif dan akurat dalam proses pemodelan dan perhitungan volume pekerjaan. Salah satu teknologi yang banyak diterapkan adalah Building Information Modeling (BIM), yaitu metode berbasis digital yang mengintegrasikan informasi bangunan kedalam model 3D untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam perhitungan volume pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemodelan dan perhitungan volume pekerjaan struktur menggunakan BIM Revit pada Pembangunan Gedung serbaguna center point of Indonesia, makassar. Metode pemodelan dengan menggunakan Autodesk Revit menggunakan data dari proyek yaitu gambar autocad 2D dan Rencana Anggaran Pelaksanaan. Hasil dari penelitian ini adalah BIM Revit dapat mempermudah pemodelan karena dilakukan dalam bentuk 3D sehingga secara otomatis menyesuaikan overlap sehingga perhitungan volume menjadi lebih akurat, sedangkan pada autocad 2D dalam perhitungan volume dilakukan secara manual dengan menghitung dari as ke as sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Hasil perhitungn volume menunjukkan terdapat selisih volume yaitu selisih volume pile cap sebesar 1.75 m³, Tie Beam sebesar 10.55 m³, kolom sebesar 1.33 m³, balok sebesar 16.34 m³, plat lantai sebesar 2.52 m³, dan pembesian sebesar 2076.10 kg sehingga menghasilkan biaya yang lebih sedikit dengan selisih sebesar Rp.39.442.000 yang artinya penerapan BIM Revit dalam perhitungan biaya dapat menghasilkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan metode konvensional
Technological advancements in the construction sector have driven the adoption of more effective and accurate methods for modeling and calculating work volumes. One widely implemented technology is Building Information Modeling (BIM), a digital-based method that integrates building information into a 3D model to enhance efficiency and accuracy in construction volume calculations. This study aims to examine the process of modeling and calculating structural work volumes using BIM Revit for the construction of the Center Point of Indonesia multipurpose building in Makassar. The modeling process utilized Autodesk Revit, incorporating project data such as 2D AutoCAD drawings and the Execution Budget Plan (RAP). The study found that BIM Revit facilitates the modeling process by utilizing a 3D format that automatically adjusts for overlaps, resulting in more accurate volume calculations; in contrast, 2D AutoCAD requires manual volume calculations—specifically measuring from axis to axis—which is more time-consuming. The volume calculations revealed discrepancies: 1.75 m³ for pile caps, 10.55 m³ for tie beams, 1.33 m³ for columns, 16.34 m³ for beams, 2.52 m³ for floor slabs, and 2,076.10 kg for reinforcement steel. These differences resulted in a cost saving of Rp39,442,000, demonstrating that applying BIM Revit to cost estimation can yield lower costs compared to conventional methods.




