EKSISTENSI LEMBAGA ADAT DALAM STRUKTUR PEMERINTAHAN DESA TIMAU KABUPATEN KUPANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2024 TENTANG DESA
Kata Kunci:
Eksistensi, Lembaga Adat, Pemerintahan Desa, Undang-Undang Desa, Desa TimauAbstrak
Daud Erikson Beslisin, 2026. Eksistensi lembaga adat dalam struktur pemerintahan desa timau kabupaten kupang berdasarkan undang-undang nomor 4 Tahun 2024 tentang Desa. Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT. Pembimbing Bapak Simson lasi, S.H., M.H. dan Bapak Marthen Dillak, S.H., M.H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi lembaga adat dalam struktur pemerintahan Desa Timau Kabupaten Kupang berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Desa. Fokus penelitian ini meliputi keberadaan lembaga adat, peran dan fungsi lembaga adat dalam pemerintahan desa, implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Desa, serta faktor pendukung dan penghambat eksistensi lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Desa Timau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa Timau, perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Timau. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat di Desa Timau masih memiliki eksistensi yang cukup kuat dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan desa. Lembaga adat masih berperan dalam penyelesaian konflik masyarakat, pelaksanaan musyawarah desa, pelestarian adat istiadat, serta menjaga hubungan sosial masyarakat. Pemerintah desa juga masih melibatkan tokoh adat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pemerintahan desa. Implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Desa terlihat melalui pengakuan terhadap hak asal-usul dan adat istiadat masyarakat desa. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan terhadap eksistensi lembaga adat, antara lain pengaruh modernisasi, kurangnya regenerasi tokoh adat, menurunnya pemahaman generasi muda terhadap adat istiadat, dan belum adanya peraturan desa khusus mengenai lembaga adat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lembaga adat di Desa Timau masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan desa, namun perlu adanya kerja sama antara pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keberadaan lembaga adat di tengah perkembangan zaman.
Daud Erikson Beslisin, 2026. The Existence of Traditional Institutions in the Governmental Structure of Timau Village, Kupang Regency Based on Law Number 4 of 2024 concerning Villages. Law Study Program, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT. Mr. Simson Lasi, S.H., M.H. and Mr. Marthen Dillak, S.H., M.H. This study aims to determine the existence of traditional institutions within the governmental structure of Timau Village, Kupang Regency, based on Law Number 4 of 2024 concerning Villages. The focus of this research includes the existence of traditional institutions, their roles and functions in village governance, the implementation of Law Number 4 of 2024 concerning Villages, as well as the supporting and inhibiting factors affecting the existence of traditional institutions in the social life of Timau Village. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation. The research informants consisted of the Head of Timau Village, village officials, traditional leaders, community leaders, and the people of Timau Village. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that traditional institutions in Timau Village still have a fairly strong existence in community life and village governance. Traditional institutions continue to play a role in resolving community conflicts, conducting village deliberations, preserving customs and traditions, and maintaining social relations within the community. The village government also continues to involve traditional leaders in various social and governmental activities. The implementation of Law Number 4 of 2024 concerning Villages can be seen through the recognition of the rights of origin and the customs and traditions of village communities. However, several obstacles still affect the existence of traditional institutions, including the influence of modernization, the lack of regeneration of traditional leaders, the declining understanding of customs among the younger generation, and the absence of specific village regulations regarding traditional institutions.Based on the results of the study, it can be concluded that traditional institutions in Timau Village still play an important role in community life and village governance. However, cooperation between the village government, traditional leaders, and the community is needed to maintain and preserve the existence of traditional institutions amid the development of the modern era.




