MODEL PERIWAYATAN HADIST

Penulis

  • Santi Purnama Sari Universitas Qur'an Ittifaqiah
  • Agus Rifki Ridwan Universitas Qur'an Ittifaqiah
  • Arin Jania Sira Leya Universitas Qur'an Ittifaqiah
  • Ristina Agustira Universitas Qur'an Ittifaqiah
  • Asti Kartika Sari Universitas Qur'an Ittifaqiah
  • Insan Noviandi Universitas Qur'an Ittifaqiah

Kata Kunci:

Tahammul Wa Al- Ada’, Kontinuitas Sanad, Epistemologi Hadis

Abstrak

Transisi transmisi keilmuan Islam dari budaya lisan menuju kodifikasi sistematis (tadwin) muncul sebagai respons epistemologis untuk menjaga otentisitas tradisi Nabi Muhammad SAW pasca-perluasan struktural wilayah Islam dan keretakan sosio-politik al-Fitnah al-Kubra.Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara kritis mekanisme struktural tahammul wa al-ada’ (penerimaan dan penyampaian hadis) serta merumuskan implikasi hukum-epistemologis dari delapan metode transmisi yang disetujui oleh ulama hadis klasik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kepustakaan kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data utama adalah bukti tekstual metodologi transmisi hadis, yang diproses melalui analisis isi kualitatif dan kerangka kritik teks klasik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa validasi transmisi hadis beroperasi pada matriks verifikasi berlapis, yang membutuhkan kapasitas intelektual khusus (tamyiz) saat menerima, diiringi integritas moral yang cacat ('adalah) dan akurasi arsip yang ketat (dhabt) saat menyampaikan. Delapan model tahammul wa al-ada’ menunjukkan derajat validitas hierarkis berdasarkan kedekatan interaktif antara guru dan murid. As-Sama’ dan Al-Ardh mewakili puncak validasi interaktif karena verifikasi dua arah yang langsung. Sebaliknya, model administratif seperti Al-Ijazah, Al-Munawalah, Al-Mukatabah menghadirkan berbagai tingkat validitas tergantung pada keberadaan otorisasi langsung, sementara Al-I'lam, Al-Washiyyah, Al-Wijadah menempati periferi yang membutuhkan koroborasi eksternal yang ketat untuk mencegah korupsi tekstual.Metodologi transmisi yang terstruktur ini berfungsi sebagai kerangka kerja peer-review yang canggih, menjamin kontinuitas historis dan tekstual hukum Islam lintas generasi.

The transition of Islamic scientific transmission from an oral culture to systematic codification (tadwin) emerged as an epistemological response to safeguard the authenticity of the Prophet Muhammad's traditions following the structural expansion of the Islamic state and the socio-political fractures of al-Fitnah al-Kubra.This study aims to critically investigate the structural mechanisms of tahammul wa al-ada’ (the reception and transmission of hadith) and formulate the legal-epistemological implications of the eight transmission methods sanctioned by classical hadith scholars.This research employs a qualitative-library research design with an analytical-descriptive approach. The primary data source is parsed textual evidence of hadith transmission methodologies, processed through qualitative content analysis and classical text-critical frameworks. The  findings reveal that the validation of hadith transmission operates on a layered verification matrix, requiring specific intellectual capacity (tamyiz) during reception, alongside flawless moral integrity ('adalah) and strict archival accuracy (dhabt) during transmission. The eight models of tahammul wa al-ada’ exhibit hierarchical degrees of validity based on the interactive proximity between teacher and student. As-Sama’ and Al-Ardh represent the apex of interactive validation due to their immediate bi-directional verification. Conversely, administrative models like Al-Ijazah, Al-Munawalah, and Al-Mukatabah present varying degrees of validity depending on the presence of direct authorization, while Al-I'lam, Al-Washiyyah, and Al-Wijadah occupy the periphery, necessitating rigorous external corroboration to prevent textual corruption. These structured transmission methodologies function as a sophisticated peer-review framework, guaranteeing the historical and textual continuity of Islamic law across generations.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30