ARBITRASE GEO-EKONOMI DAN RANTAI PASOK TEKNOLOGI: SINGAPURA DI ANTARA AMERIKA SERIKAT DAN TIONGKOK
Kata Kunci:
Arbitrase Geoekonomi, Singapura, Semikonduktor, Rantai Pasok Teknologi, InvestasiAbstrak
Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam industri semikonduktor memengaruhi rantai pasok global sekaligus membuka peluang ekonomi bagi Singapura. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik arbitrase geoekonomi Singapura dalam memanfaatkan persaingan kedua negara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui penelaahan jurnal akademik, laporan lembaga pemerintah, dan data perdagangan. Analisis didasarkan pada pemikiran geoekonomi Edward N. Luttwak (1990), dengan tiga indikator, yaitu inovasi dan teknologi, penetrasi pasar dan rantai pasok, serta modal dan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi Singapura sebagai pusat finansial dan perdagangan di ASEAN mendukung masuknya investasi industri semikonduktor, keterhubungan dengan ekosistem teknologi Amerika Serikat melalui kerja sama dan kepatuhan terhadap ketentuan perdagangan, serta akses ke pasar Tiongkok melalui jaringan perdagangan internasional. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa Singapura memanfaatkan keterhubungan investasi, produksi, regulasi, dan perdagangan untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok semikonduktor. Dengan demikian, arbitrase geoekonomi menjelaskan peluang Singapura memperoleh keuntungan ekonomi dari persaingan teknologi kedua negara, meskipun peluang tersebut tetap dipengaruhi perubahan regulasi dan kondisi perdagangan global




