PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MIS HAJIJAH AMALIA SARI BATUNADUA

Penulis

  • Dina Fitriani Bahri Purba UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Nursyaidah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Herlina Sari Arpani UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Kata Kunci:

Keterampilan Berbicara, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Model Pembelajaran Role Playing

Abstrak

Rendahnya keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia disebabkan oleh kurangnya kesempatan siswa untuk berbicara serta proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru melalui metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penerapan model pembelajaran role playing pada siswa kelas IV MIS Hajijah Amalia Sari Batunadua. Model pembelajaran role playing merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan bermain peran sehingga mereka dapat memahami materi, melatih keberanian serta meningkatkan keterampilan berbicara secara aktif. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 29 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa pada setiap siklus. Nilai rata-rata siswa pada prasiklus sebesar 56 dengan ketuntasan belajar 17%, meningkat pada siklus I pertemuan I dengan nilai rata-rata 62 dengan ketuntasan 24%, pada siklus I pertemuan II dengan nilai rata-rata 68 dengan ketuntasan 52%, pada siklus II pertemuan I meningkat dengan nilai rata-rata 77 dengan ketuntasan 76%, dan pada siklus II pertemuan II dengan nilai rata-rata 83 dengan ketuntasan 90%. Aktivitas siswa juga meningkat dari kategori cukup aktif menjadi sangat aktif. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran role playing terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.

Students’ low speaking skills were caused by limited opportunities to actively practice speaking during the learning process. In addition, teacher-centered instruction, particularly through the lecture method, resulted in insufficient student involvement in speaking activities. This condition contributed to students’ low ability to express ideas orally in a clear and fluent manner in Indonesian language learning. This study aimed to improve the speaking skills of fourth-grade students at MIS Hajijah Amalia Sari Batunadua through the implementation of the Role Playing learning model. The Role Playing learning model involves students in role-playing activities that enable them to understand the learning material, develop confidence, and actively improve their speaking skills. This study employed Classroom Action Research (CAR), which consisted of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 29 fourth-grade students. Data were collected through observation, tests, and documentation. The results showed a gradual improvement in students’ speaking skills in each cycle. In the pre-cycle, the students’ average score was 56, with a mastery percentage of 17%. In Cycle I Meeting I, the average score increased to 62, with a mastery percentage of 24%, and in Cycle I Meeting II, it increased to 68, with a mastery percentage of 52%. In Cycle II Meeting I, the average score increased to 77, with a mastery percentage of 76%, and in Cycle II Meeting II, it reached 83, with a mastery percentage of 90%. Students’ learning activities also improved from the moderately active category to the very active category. Therefore, the implementation of the Role Playing learning model was proven effective in improving students’ speaking skills and active participation in the learning process.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31