ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PODCAST PATRICIA GOUW SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Penulis

  • Nadia Ismatul Hawa Universitas Pekalongan
  • Erwan Kustriyono Universitas Pekalongan
  • Etika Widi Utami Universitas Pekalongan

Kata Kunci:

Alih Kode, Campur Kode, Pembelajaran Bahasa Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fenomena alih kode dan campur kode dalam podcast Patricia Gouw bersama Adinda Cresheilla serta implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap video podcast. Data yang diperoleh berupa tuturan yang mengandung alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 tuturan alih kode dan 13 tuturan campur kode yang melibatkan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah. Terjadinya fenomena tersebut dipengaruhi oleh faktor situasi komunikasi, latar belakang penutur, serta tujuan penyampaian pesan. Selain itu, penggunaan alih kode dan campur kode berfungsi untuk memperjelas makna dan menyesuaikan bahasa dengan lawan tutur. Dalam konteks pendidikan, fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa, namun tetap perlu dikontrol agar tidak mengurangi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian sosiolinguistik sekaligus relevan bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual.

This study aims to identify and analyze the phenomena of code-switching and code-mixing in Patricia Gouw's podcast with Adinda Cresheilla and their implications for Indonesian language learning. This study used a qualitative approach with data collection techniques through observation of podcast videos. The data obtained consisted of utterances containing code-switching and code-mixing. The results showed that there were 13 code-switching and 13 code-mixing utterances involving the use of Indonesian, English, and regional languages. The occurrence of these phenomena is influenced by factors such as the communication situation, the speaker's background, and the purpose of conveying the message. Furthermore, the use of code-switching and code-mixing serves to clarify meaning and adapt language to the interlocutor. In an educational context, this phenomenon can be utilized as a learning strategy to improve student understanding, but it still needs to be controlled to prevent diminishing the use of good and correct Indonesian. Thus, this research contributes to sociolinguistic studies and is relevant for the development of more contextual Indonesian language learning.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29