PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT NELAYAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA (WATER RESCUE) PADA KORBAN TENGGELAM DI DESA BAJO KECAMATAN TATAPAAN
Kata Kunci:
Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Water Rescue, Korban TenggelamAbstrak
Kasus tenggelam merupakan keadaan darurat yang sering terjadi di wilayah pesisir dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. masyarakat nelayan memiliki resiko tinggi karena aktivitas sehari-hari yang berhubungan langsung dengan laut. Edukasi kesehatan mengenai pertolongan pertama (Water Rescue) sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesipsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat di air. Penelitian ini brtujuan untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Masyarakat Nelayan tentang Pertolongan Pertama (Water Rescue) pada Korban Tenggelam di Desa Bajo Kecamatan Tatapaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi experiment dan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah masyarakat nelayan di Desa Bajo Kecamatan Tatapaan sebanyak 70 orang dengan jumlah sampel 19 responden yang di ambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Edukasi diberikan melalui penyuluhan menggunakan media SAP, Leaflet, PowerPoint. Analisis data menggunakan uji statistic McNemar tingkat signifikan α = 0,05. Hasil pretest menunjukkan 16 responden (84,2%) memiliki pengetahuan kurang baik dan 3 responden (15,8%) berpengetahuan baik. Setelah diberikan edukasi, hasil posttest menunjukkan 16 responden (84,2%) berpengetahuan baik dan 3 responden (15,%) berpengetahuan kurang baik. Uji McNemar menghasilkan nilai p=0,000 (p< 0,05). Terdapat Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Masyarakat Nelayan Tentang Pertolongan Pertama (Water Rescue) Pada Korban Tenggelam di Desa Bajo Kecamatan Tatapaan. Disarankan edukasi kesehatan dapat menjadi salah satu uspaya yang efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat di perairan.
Drowning is a common emergency in coastal areas and can be fatal if not managed promptly. Fishing communities are at high risk due to their daily activities at sea. Health education on first aid (Water Rescue) is essential to improve community knowledge and preparedness in responding to water emergencies. The objective of this research was to determine the effect of health education on fishermen’s knowledge of first aid (Water Rescue) for drowning victims in Bajo Village, Tatapaan District. This study employed a quantitative quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The population consisted of 70 fishermen, with a sample of 19 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires. The educational intervention was delivered through counseling sessions supported by SAP, leaflets, and PowerPoint presentations. Data analysis was conducted using the McNemar test with a significance level of α = 0.05. Pretest results indicated that 16 respondents (84.2%) had poor knowledge and 3 respondents (15.8%) had good knowledge. After the intervention, posttest results showed that 16 respondents (84.2%) had good knowledge, while 3 respondents (15.8%) remained in the poor knowledge category. The McNemar test yielded a ρ-value of 0.000 (ρ < 0.05), demonstrating a significant improvement in knowledge after the intervention.
Health education significantly improved fishermen’s knowledge of first aid (Water Rescue) for drowning victims in Bajo Village. Structured health education is recommended as an effective strategy to enhance community preparedness in addressing water-related emergencies.




