IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPAS BERMUATAN KEARIFAN LOKAL BALI DI SEKOLAH DASAR NOMOR 3 BLAHKIUH KECAMATAN ABIANSEMAL BADUNG BALI

Penulis

  • I Putu Agus Arda Kusuma Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Ferdinandus Nanduq Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Ni Nyoman Suastini Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Kata Kunci:

Pembelajaran Ipas, Kearifan Lokal Bali, Implementasi Pembelajaran

Abstrak

Implementasi pembelajaran IPAS bermuatan kearifan lokal Bali dilakukan untuk membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, relevan, dan terkait dengan kehidupan mereka sehari-hari. Pembelajaran tidak hanya menekankan pada capaian akhir, tetapi juga pada proses terbentuknya pengetahuan melalui pengalaman nyata dan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan pembelajaran IPAS bermuatan kearifan lokal Bali, mengidentifikasi hambatan serta upaya guru dalam pelaksanaannya, dan menganalisis dampak implementasi pembelajaran IPAS terhadap minat, pemahaman, dan hasil belajar siswa di SD Nomor 3 Blahkiuh. Penelitian ini menggunakan teori Konstruktivisme, dan teori Jean Piaget, dengan subjek guru, siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, studi dokumen, dan kepustakaan, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. 2) Kendala utama meliputi keterbatasan bahan ajar lokal, referensi kontekstual, dan pengelolaan kelas, sementara upaya guru dilakukan dengan menyusun materi mandiri dan memanfaatkan lingkungan sekitar. 3) Penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal berdampak positif pada minat, pemahaman konsep, dan karakter siswa.

The implementation of science and natural science learning with Balinese local wisdom is carried out to help students gain a more meaningful, relevant, and related learning experience to their daily lives. Learning does not only emphasize the final achievement, but also on the process of forming knowledge through real experiences and local culture. This study aims to examine how the implementation of science and natural science learning with Balinese local wisdom is carried out, identify obstacles and efforts of teachers in its implementation, and analyze the impact of the implementation of science and natural science learning on students' interests, understanding, and learning outcomes at SD Number 3 Blahkiuh. This study uses the theory of Constructivism, and Jean Piaget's theory, with the subjects being teachers, students in grades IV and V. Data collection techniques included interviews, document studies, and literature, analyzed descriptively qualitatively. The results of this study indicate that 1) The results of the study indicate that learning is carried out through the planning, implementation, and reflection stages. 2) The main obstacles include limited local teaching materials, contextual references, and classroom management, while teacher efforts are made by compiling independent materials and utilizing the surrounding environment. 3) The application of local wisdom-based learning has a positive impact on student interest, conceptual understanding, and character.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29