PROFIL KLINIS DAN FAKTOR RESIKO PNEUMONIA PADA PASIEN DEWASA DIRUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN

Penulis

  • Marlina Tafonao Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Nurjannah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Grace Adventria Lumban Gaol Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Putri Mayang SariPutri Mayang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Srimuliana Putri Bakara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
  • Yulia Dewi Astuti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Kata Kunci:

Pneumonia, Ibu Menopause, Clinical Exposure, Learning Experience

Abstrak

Latar belakang  : Pneumonia merupakan infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah yang masih menjadi persoalan kesehatan utama di seluruh dunia, terutama pada kelompok yang rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta. Di Indonesia, pneumonia termasuk dalam sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian, dengan risiko komplikasi serius seperti gagal napas dan sepsis jika penanganannya terlambat atau tidak tepat (WHO, 2023; Kemenkes RI, 2022). Ibu menopause (usia ±45–55 tahun) memiliki penurunan kadar hormon estrogen, yang dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, termasuk pneumonia. Penanganan yang menyeluruh, mulai dari pengkajian sistem pernapasan, deteksi dini gejala berbahaya, edukasi kesehatan, hingga intervensi medis yang tepat, sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien (Huether & McCance, 2020; Torres et al., 2021). Laporan ini disusun untuk mendokumentasikan kasus pneumonia pada ibu menopause di Rumah Sakit Haji Medan sebagai bahan evaluasi klinik dan pembelajaran mahasiswa kebidanan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan SDGs 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan yang optimal. Tujuan : Mendeskripsikan kasus pneumonia pada ibu menopause di Rumah Sakit Haji Medan berdasarkan pengalaman Clinical Exposure dan Learning Experience, termasuk identifikasi tanda klinis, proses diagnosis dan penatalaksanaan, peran tenaga kesehatan dalam pencegahan komplikasi, serta keterampilan yang diperoleh mahasiswa. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif berdasarkan pengalaman Clinical Exposure dan Learning Experience di Rumah Sakit Haji Medan. Data dikumpulkan melalui observasi pasien pneumonia, dokumentasi diagnosis dan penatalaksanaan, serta pemantauan peran tenaga kesehatan. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk mendeskripsikan kasus dan praktik klinik. Hasil : Observasi menunjukkan pasien pneumonia mengalami gejala demam, batuk berdahak, sesak napas, dan SpO₂ menurun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan pendukung laboratorium sesuai standar klinis. Penatalaksanaan meliputi pemberian terapi antibiotik, pemantauan tanda vital, serta edukasi pasien untuk mencegah komplikasi. Mahasiswa kebidanan memperoleh keterampilan dalam pengkajian sistem pernapasan, identifikasi tanda bahaya, serta penerapan intervensi klinik yang tepat.

Background: Pneumonia is a lower respiratory tract infection that remains a major global health concern, particularly among vulnerable populations such as children, the elderly, and individuals with comorbidities. In Indonesia, pneumonia ranks among the top ten causes of morbidity and mortality, with serious complications such as respiratory failure and sepsis if treatment is delayed or inadequate (WHO, 2023; Ministry of Health RI, 2022). Menopausal women (aged approximately 45–55 years) experience decreased estrogen levels, which can impair immune function and increase susceptibility to infections, including pneumonia. Comprehensive management—including respiratory system assessment, early detection of warning signs, patient education, and appropriate medical interventions—is crucial to prevent complications and improve patients’ quality of life (Huether & McCance, 2020; Torres et al., 2021). This report aims to document a case of pneumonia in a menopausal woman at Rumah Sakit Haji Medan as a clinical learning resource for midwifery students and to contribute to the achievement of SDG 3, which promotes health and well-being for all. Aims : To describe a case of pneumonia in a menopausal woman at Rumah Sakit Haji Medan based on Clinical Exposure and Learning Experience, including the identification of clinical signs, diagnosis and management processes, the role of healthcare professionals in preventing complications, and the skills acquired by students. Method: This descriptive study was based on Clinical Exposure and Learning Experience at Rumah Sakit Haji Medan. Data were collected through patient observation, documentation of diagnosis and management, and monitoring of healthcare professionals’ roles. Qualitative analysis was conducted to describe the case and clinical practices. Results : Observation revealed that the pneumonia patient exhibited fever, productive cough, dyspnea, and decreased SpO₂. Diagnosis was confirmed through physical examination and laboratory support following clinical standards. Management included antibiotic therapy, vital signs monitoring, and patient education to prevent complications. Midwifery students acquired skills in respiratory assessment, early detection of warning signs, and appropriate clinical interventions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31