DAMPAK PENERAPAN METODE DRILL DALAM PEMBINAAN LOMBA DEBAT BAHASA BALI TERHADAP KETERAMPILAN BERBAHASA BALI SISWA DI SMA NEGERI 2 SEMARAPURA
Kata Kunci:
Metode Drill, Pembinaan Lomba Debat Bahasa Bali, Keterampilan Berbahasa Bali.Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya penggunaan bahasa Bali, khususnya bahasa Bali alus, sehingga diperlukan upaya pelestarian melalui pembinaan berbahasa seperti lomba debat bahasa Bali yang rutin diikuti oleh SMA Negeri 2 Semarapura. Pembinaan debat di sekolah ini menuntut siswa mampu menggunakan bahasa Bali alus dan sor singgih secara tepat sambil menyampaikan argumen secara logis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dampak penerapan metode drill dalam pembinaan tersebut terhadap kemampuan berbahasa Bali siswa. Metode drill diterapkan melalui latihan berulang, pembiasaan kosa kata dan tingkat tutur, serta simulasi debat yang melatih keberanian, ketepatan, dan kelancaran berbicara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali proses pembinaan serta perkembangan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode drill berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan berbahasa Bali siswa sebagai peserta lomba, terutama dalam ketepatan penggunaan tingkat tutur, penambahan kosa kata, kelancaran berbicara, serta kemampuan menyampaikan argumen secara runtut dan terstruktur. Latihan yang dilakukan secara intensif membuat siswa lebih percaya diri dan terbiasa berbicara menggunakan bahasa Bali alus maupun sor singgih sesuai konteks formal. Dengan demikian, penerapan metode drill terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Bali peserta lomba debat.
This study was conducted in response to the declining use of the Balinese language, particularly Balinese alus, which highlights the need for preservation efforts through structured language training such as Balinese debate competitions routinely followed by SMA Negeri 2 Semarapura. The training requires students to use appropriate alus and sor singgih speech levels while delivering logical arguments. This research aims to describe the impact of implementing the drill method in the debate training on students’ Balinese language proficiency. The drill method was applied through repeated practice, vocabulary habituation, speech-level refinement, and debate simulations that encouraged accuracy, fluency, and confidence in speaking. A qualitative approach was employed using observation, interviews, and documentation to explore the training process and changes in students’ abilities. The findings show that the drill method positively influences students’ Balinese language skills, particularly in the accuracy of speech levels, vocabulary development, fluency, and the ability to present arguments coherently. Continuous and structured training increased students’ confidence and habituated them to using Balinese alus and sor singgih in formal contexts. Thus, the drill method is proven effective in enhancing the Balinese language proficiency of debate participants.




