MODAL SOSIAL WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI DALAM MENGAKSES PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN

Penulis

  • Alya Darojatul Aliyah UIN Siber Syekhnurjati Cirebon
  • Musahwi UIN Siber Syekhnurjati Cirebon

Kata Kunci:

Modal Sosial, Wanita Rawan Sosial Ekonomi, Pelatihan Keterampilan, Jaringan Sosial, Pemberdayaan Perempuan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji peran modal sosial Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dalam mengakses program pelatihan keterampilan di UPTD PPS Griya Wanita Mandiri, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Tidak semua penerima manfaat WRSE memiliki kemudahan akses yang sama terhadap program pelatihan yang disediakan pemerintah. Penelitian ini berargumen bahwa perbedaan akses tersebut tidak semata dijelaskan oleh faktor ekonomi, melainkan oleh modal sosial yang dimiliki masing-masing individu. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima penerima manfaat WRSE dan satu pekerja sosial, serta observasi non-partisipan. Analisis mengacu pada tiga dimensi modal sosial Putnam (1995) yaitu jaringan (network), kepercayaan (trust), dan norma (norms). Hasil menunjukkan: Pertama, secara umum terdapat dua jalur akses program yaitu jalur informal melalui jaringan teman, keluarga, dan alumni, serta jalur formal melalui rekomendasi instansi resmi seperti Dinas Sosial, meskipun seluruh informan dalam penelitian ini mengakses program melalui jalur informal; kedua, dukungan keluarga sebagai wujud kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap konsistensi keikutsertaan; ketiga, norma saling membantu antar peserta terbentuk secara organik selama pelatihan dan berlanjut pasca program. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiologi perempuan dengan menunjukkan bahwa modal sosial informal bekerja lebih dominan dari jalur institusional formal dalam mendorong partisipasi WRSE.

This study examines the role of social capital among Economically Vulnerable Women (WRSE) in accessing skills training programs at UPTD PPS Griya Wanita Mandiri, Palimanan District, Cirebon Regency, West Java Province. Not all WRSE beneficiaries have equal access to government-provided training programs. This study argues that such disparities are not merely explained by economic factors, but by the social capital possessed by each individual. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with five WRSE beneficiaries and one social worker, as well as non-participant observation. Data analysis refers to Putnam’s (1995) three dimensions of social capital: network, trust, and norms. The findings indicate: First, there are two general access channels to the program, informal networks such as friends, family, and alumni, and formal referrals from official institutions such as the Social Service Office. although all informants in this study accessed the program through informal channels; third, mutual assistance norms formed organically during training and continued post-program. This study contributes to women’s sociology by demonstrating that informal social capital operates more dominantly than formal institutional channels in encouraging WRSE participation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31