POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU KEBIASAAN MEROKOK PADA REMAJA DI DUSUN KALIPUCANG

Penulis

  • Orla Fiona Devin Lily Shabrina Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Deasti Nurmaguphita Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Sutejo Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Kata Kunci:

Pola Asuh, AsuhRemaja, Kebiasaan Merokok, Orang Tua

Abstrak

Latar Belakang: Perilaku merokok di kalangan remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang serius dan terus meningkat di Indonesia. Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya berusia antara 10 hingga 18 tahun. Di Provinsi DIY, prevalensi merokok pada penduduk yang berusia ≥15 tahun adalah 25,18%, dengan Kabupaten Bantul mencatat persentase tertinggi (50,93%). Faktor internal keluarga, terutama pola asuh orang tua, diduga memiliki peran penting dalam memengaruhi kebiasaan merokok remaja, namun penelitian mendalam mengenai hal ini masih jarang dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara pola asuh orang tua (otoriter, demokratis, permisif) dan perilaku merokok pada remaja di Dusun Kalipucang. Metode: Penelitian observasional dengan desain potong lintang dilaksanakan pada populasi 197 remaja, dengan sampel 131 responden yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner pola asuh orang tua (Parental Bonding Instrument) dan kuesioner perilaku merokok (Glover Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden (52,4%) berada dalam kategori pola asuh demokratis. Perilaku merokok di kalangan remaja sebagian besar tergolong ringan (20,4%). Hasil uji menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dan perilaku merokok remaja (p-value = 0,131 < 0,05). Kesimpulan: Remaja dengan pola asuh orang tua demokratis cenderung memiliki perilaku merokok yang lebih ringan, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif berhubungan dengan tingkat perilaku merokok yang lebih berat. Dengan demikian, pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku merokok remaja.

Background: Smoking behavior among adolescents is a serious public health issue and continues to rise in Indonesia. Data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) indicates that the number of active smokers has reached 70 million people, with 7.4% of them aged between 10 and 18 years. In the DIY Province, the prevalence of smoking among residents aged ≥15 years is 25.18%, with Bantul Regency recording the highest percentage (50.93%). Internal family factors, particularly parenting styles, are suspected to play an important role in influencing adolescent smoking habits, yet in-depth research on this matter is still rare. Objective: This study aims to investigate the relationship between parenting styles (authoritarian, democratic, permissive) and smoking behavior among adolescents in Kalipucang Hamlet. Methods: An observational study with a cross-sectional design was conducted on a population of 197 adolescents, with a sample of 131 respondents selected randomly. the research instruments consisted of the parental bonding questionnaire (Parental Bonding Instrument) and the smoking behavior questionnaire (Glover Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire). Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: Most respondents (52,4%) fell into the positive parenting category. Smoking behavior among adolescents was mostly considered light (20,4%). The test results showed a significant relationship between parenting style and adolescent smoking behavior (p-value = 0.131 < 0.05). Conclusion: Adolescents with democratic parenting styles tend to have lighter smoking behaviors, while authoritarian and permissive parenting styles are associated with heavier smoking behaviors. Thus, parenting styles play an important role in shaping adolescent smoking behaviors.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31