DINAMIKA DAN EKSISTENSI HUKUM ADAT MELAYU JAMBI: SEJARAH, KARAKTERISTIK, DAN FUNGSINYA DALAM MASYARAKAT MODERN

Penulis

  • Yuli Aulia Universitas Jambi
  • Dita Septianingrum Universitas Jambi
  • Amirul Hakim Universitas Jambi
  • Denny Defrianti Universitas Jambi
  • Fatonah Universitas Jambi

Kata Kunci:

Hukum Adat, Melayu Jambi, Sejarah, Karakteristik, Eksistensi

Abstrak

Hukum adat Melayu Jambi merupakan suatu sistem norma tradisional yang tumbuh serta berkembang dalam kehidupan masyarakat Jambi sejak masa Kesultanan hingga masa modern. Sistem ini berlandaskan pada prinsip “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang mencerminkan harmonisasi antara nilai-nilai adat dan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika serta keberadaan hukum adat Melayu Jambi dengan meninjau aspek sejarah, karakteristik, dan fungsinya dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat Melayu Jambi masih mempertahankan peran yang signifikan sebagai sarana penyelesaian konflik, pengatur interaksi sosial, serta pelindung identitas budaya masyarakat. Hukum adat tersebut tidak hanya bertahan sebagai warisan tradisional, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sehingga tetap relevan dalam memperkuat kohesi sosial dan menjaga kelestarian nilai-nilai lokal di tengah dinamika masyarakat modern.

The customary law of the Malay community in Jambi is a traditional normative system that has grown and developed within the life of Jambi society from the Sultanate era to the modern period. This system is based on the principle of “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” which reflects the harmonization between customary values and Islamic teachings. This study aims to examine the dynamics and existence of Malay customary law in Jambi by analyzing its historical aspects, characteristics, and functions in modern society. This research employs a qualitative method with a library research approach. The findings indicate that Malay customary law in Jambi continues to maintain a significant role as a means of dispute resolution, a regulator of social relations, and a protector of cultural identity. This customary law not only survives as a traditional heritage but also adapts to the development of the times, making it remain relevant in strengthening social cohesion and preserving local values amid the dynamics of modern society.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30