OPTIMALISASI KOMUNIKASI BENCANA MELALUI MEDIA MASSA DALAM MANAJEMEN ERUPSI GUNUNG LEWOTOBI
Kata Kunci:
Komunikasi Bencana, Media Massa, Erupsi Gunung Lewotobi, Manajemen Bencana, Komunikasi RisikoAbstrak
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, merupakan bencana vulkanik yang menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat, termasuk korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan gangguan aktivitas sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan fungsi media massa dalam manajemen erupsi Gunung Lewotobi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis dokumen terhadap laporan pemerintah, pemberitaan media, serta jurnal ilmiah terkait komunikasi bencana. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman serta analisis framing terhadap pemberitaan media daring Kompas.com selama periode November 2024–Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa berperan penting dalam penyebaran informasi, koordinasi penanganan bencana, pembentukan persepsi risiko, pengawasan kebijakan, dan pemulihan psikososial masyarakat. Media yang terlibat meliputi televisi, radio, media online, dan media sosial yang saling melengkapi dalam mendukung komunikasi bencana. Radio menjadi media yang efektif di wilayah dengan keterbatasan jaringan komunikasi, sedangkan media online dan media sosial memungkinkan penyebaran informasi secara cepat dan partisipatif. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, media massa, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas komunikasi risiko dan manajemen bencana.
The eruption of Mount Lewotobi Laki-Laki in East Flores Regency, East Nusa Tenggara, was a volcanic disaster that had significant impacts on local communities, including casualties, infrastructure damage, and disruptions to socio-economic activities. This study aims to analyze the role and functions of mass media in the management of the Mount Lewotobi eruption. The research employed a descriptive qualitative approach through literature review and document analysis of government reports, media coverage, and scientific journals related to disaster communication. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model and framing analysis of news reports published by Kompas.com from November 2024 to June 2025. The findings reveal that mass media played a crucial role in information dissemination, disaster response coordination, risk perception formation, policy oversight, and psychosocial recovery. The media involved included television, radio, online media, and social media, which complemented one another in supporting disaster communication. Radio proved to be the most effective medium in areas with limited communication infrastructure, while online and social media enabled rapid and participatory information dissemination. This study highlights the importance of synergy among government institutions, mass media, and communities to enhance the effectiveness of risk communication and disaster management.




