INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DAN KEARIFAN LOKAL ACEH DALAM KURIKULUM BAHASA ARAB
Kata Kunci:
Integrasi Kurikulum, Nilai Keislaman, Kearifan Lokal Aceh, Pembelajaran Bahasa Arab, Identitas BudayaAbstrak
Kurikulum Bahasa Arab di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh, memiliki kedudukan strategis sebagai mata pelajaran inti yang sekaligus menjadi sarana penguatan identitas keislaman dan kearifan budaya lokal. Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah memiliki kekhasan nilai agama yang menyatu erat dengan tradisi, adat istiadat, dan warisan budaya masyarakatnya. Namun, dalam praktik pembelajaran selama ini, materi Bahasa Arab seringkali bersifat umum, abstrak, dan terpisah dari konteks kehidupan nyata serta nilai-nilai yang hidup di masyarakat Aceh. Artikel ini membahas konsep, urgensi, bentuk, dan strategi integrasi nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal Aceh ke dalam struktur dan materi kurikulum Bahasa Arab. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan kajian kepustakaan, artikel ini merumuskan bahwa integrasi ini tidak hanya memperkaya muatan materi, tetapi juga menjadikan pembelajaran lebih bermakna, relevan, dan mampu membentuk kompetensi bahasa sekaligus karakter peserta didik yang berakar pada nilai Islam dan budaya bangsa. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi dapat dilakukan melalui penyusunan materi teks, kosakata, contoh percakapan, hingga kegiatan pembelajaran yang mengangkat tema keteladanan, nilai akhlak, sejarah Islam Aceh, tradisi adat, dan kearifan lingkungan yang bersumber dari ajaran Islam dan budaya lokal. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan, melestarikan budaya, serta memperkuat pemahaman Bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa agama.
The Arabic language curriculum in Indonesia, particularly in Aceh Province, holds a strategic position as a core subject that simultaneously serves as a means of strengthening Islamic identity and local cultural wisdom. Aceh, known as the Veranda of Mecca, has unique religious values that are closely integrated with the traditions, customs, and cultural heritage of its people. However, in current learning practices, Arabic language materials are often general, abstract, and separated from the real-life context and values vibrant in Acehnese society. This article discusses the concept, urgency, forms, and strategies for integrating Islamic values and local Acehnese wisdom into the structure and materials of the Arabic language curriculum. Through a qualitative descriptive approach and literature review, this article concludes that this integration not only enriches the material content but also makes learning more meaningful, relevant, and able to shape language competence and character of students rooted in Islamic values and national culture. The study's findings indicate that integration can be achieved through the development of text materials, vocabulary, conversation examples, and learning activities that address the themes of role models, moral values, Acehnese Islamic history, traditional customs, and environmental wisdom, all rooted in Islamic teachings and local culture. This article concludes that this integration is a strategic step in addressing future educational challenges, preserving culture, and strengthening the understanding of Arabic as a language of science and religion.




