GAYA KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DENGAN MENGINTEGRASIKAN GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL HERSEY-BLANCHARD PADA KANTOR KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR
Kata Kunci:
Gaya Kepemimpinan Situasional, Hersey-Blanchard, Kinerja Pegawai, Kecamatan Wotan UlumadoAbstrak
Penelitian ini berjudul Gaya kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai dengan Mengintegrasikan Gaya Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard pada Kantor Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah Bagaimana Gaya kepemimpinan Camat dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai dengan Mengintegrasikan Gaya Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard pada Kantor Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah penelitian adalah Gaya Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data primer adalah para informan sedangkan data sekunder adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Tahap analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, tahap penarikan kesimpulan lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Camat Wotan Ulumado telah menerapkan fungsi pengarahan secara konsisten dan sistematis melalui pemberian instruksi kerja yang jelas kepada seluruh pegawai sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Pengawasan ketat dilakukan melalui evaluasi harian, pemeriksaan laporan kerja, dan pemantauan disiplin pegawai, dengan penyesuaian intensitas pengawasan berdasarkan tingkat kemampuan pegawai. Penerapan pola pengarahan ini berdampak positif terhadap peningkatan disiplin, efektivitas kerja, tanggung jawab, dan profesionalisme aparatur. 2) Camat menerapkan fungsi pelatihan melalui pemberian instruksi yang disertai contoh kerja secara langsung serta keteladanan dalam kedisiplinan, ketepatan waktu, dan tanggung jawab kerja. Motivasi kerja diberikan secara adaptif sesuai kondisi dan karakter masing-masing pegawai melalui apel pagi, evaluasi kerja, pembinaan personal, serta pemberian apresiasi, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan semangat kerja, disiplin, dan profesionalisme pegawai. 3) Camat menerapkan gaya kepemimpinan yang partisipatif melalui pelibatan aktif pegawai dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik, administrasi perkantoran, pengelolaan keuangan, serta program pemberdayaan masyarakat. Setiap pegawai diberikan ruang untuk menyampaikan ide, masukan, dan solusi sesuai bidang tugas masing-masing, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan rasa tanggung jawab, motivasi kerja, dan kerja sama antarpegawai. 4) Camat menerapkan fungsi pendelegasian melalui pemberian tanggung jawab dan otonomi kerja kepada pegawai sesuai kompetensi, pengalaman, dan bidang tugas masing-masing. Pendelegasian yang terarah ini meningkatkan kreativitas, kemandirian, rasa percaya diri, serta kemampuan pengambilan keputusan secara mandiri, sekaligus berkontribusi positif terhadap efektivitas kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik. 5) Kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Wotan Ulumado secara umum mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sebagaimana tercermin dari meningkatnya kualitas kerja, terjaganya kuantitas kerja secara proporsional, serta ketepatan waktu penyelesaian tugas yang berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat kendala pada pelaksanaan tugas tambahan yang bersifat mendadak. Berdasarkan hasil analisis di atas, penulis menyimpulkan bahwa penerapan gaya kepemimpinan situasional Hersey-Blanchard oleh Camat Wotan Ulumado dalam meningkatkan kinerja pegawai sudah berjalan dengan baik, yang diukur melalui empat aspek kepemimpinan yaitu mengarahkan, melatih, mendukung, dan mendelegasikan, serta satu aspek kinerja pegawai.
This research is entitled The Leadership Style of the Sub-District Head in Improving Employee Performance by Integrating the Hersey-Blanchard Situational Leadership Style at the Wotan Ulumado Sub-District Office, East Flores Regency. The research problem addressed in this study is: How does the leadership style of the Sub-District Head improve employee performance through the integration of the Hersey-Blanchard Situational Leadership Style at the Wotan Ulumado Sub-District Office, East Flores Regency? The theoretical framework used to address the research problem is the Hersey-Blanchard Situational Leadership theory. The research method employed is qualitative. Primary data sources were obtained from informants, while secondary data were derived from documents related to the research variables. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, followed by descriptive qualitative analysis. The findings of this study indicate that: 1) The Sub-District Head of Wotan Ulumado has consistently and systematically implemented the directing function by providing clear work instructions to all employees in accordance with their respective main duties and functions. Strict supervision was carried out through daily evaluations, work report reviews, and employee discipline monitoring, with the intensity of supervision adjusted according to each employee's level of competence. The implementation of this directing pattern had a positive impact on improving employee discipline, work effectiveness, responsibility, and professionalism. 2) The Sub-District Head implemented the coaching function by providing instructions accompanied by direct work demonstrations, as well as modeling discipline, punctuality, and work responsibility. Work motivation was delivered adaptively in accordance with the conditions and character of each employee through morning assemblies, work evaluations, personal guidance, and the provision of appreciation, resulting in a positive impact on employees' work enthusiasm, discipline, and professionalism. 3) The Sub-District Head applied a participative leadership style by actively involving employees in decision-making processes related to public services, office administration, financial management, and community empowerment programs. Each employee was given the opportunity to express ideas, input, and solutions relevant to their respective areas of responsibility, which positively contributed to increased accountability, work motivation, and inter-employee cooperation. 4) The Sub-District Head implemented the delegating function by assigning responsibility and work autonomy to employees in accordance with their competence, experience, and field of duty. This structured delegation enhanced employees' creativity, independence, self-confidence, and ability to make independent decisions, while also contributing positively to organizational performance effectiveness and the quality of public services. 5) Employee performance at the Wotan Ulumado Sub-District Office generally showed significant improvement, as reflected in enhanced work quality, proportionally maintained work quantity, and timely task completion that fell within the good category, although challenges remained in handling urgent and unplanned additional tasks.




