PERAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (PEKKA) LODAN DOE DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) DI DESA KELUWAIN KECAMATAN KELUBAGOLIT KABUPATEN FLORES TIMUR
Kata Kunci:
Pemberdayaan, Perempuan Kepala Keluarga, LSM PEKKA Lodan Doe, Desa KeluwainAbstrak
Penelitian ini berjudul Peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKKA Lodan Doe dalam Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga di Desa Keluwain Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah Bagaimana Peran LSM PEKKA Lodan Doe dalam Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga di Desa Keluwain Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah penelitian adalah teori pemberdayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data primer adalah para informan sedangkan data sekunder adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, tahap penarikan kesimpulan lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Aspek pengembangan yang dilakukan oleh LSM PEKKA Lodan Doe dilaksanakan melalui dua indikator utama, yaitu identifikasi potensi perempuan dan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan keterampilan. Identifikasi potensi dilakukan melalui pendataan sosial ekonomi, wawancara, dan observasi lapangan yang mengungkap berbagai potensi anggota Kelompok Naratawan dalam bidang ekonomi, keterampilan, sosial, maupun kepemimpinan. Pelaksanaan pemberdayaan keterampilan dilakukan secara terencana melalui pelatihan tenun ikat, pengolahan pangan lokal, kewirausahaan, pemasaran produk, dan pengelolaan keuangan usaha yang berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, serta kapasitas ekonomi dan kepemimpinan perempuan. 2) Aspek penyokongan dilaksanakan melalui dua indikator, yaitu dukungan pemerintah dan ketersediaan sumber daya finansial. Dukungan pemerintah desa masih terbatas pada aspek non-finansial seperti fasilitasi kegiatan, koordinasi, dan penyebarluasan informasi program, sehingga belum berjalan secara optimal karena belum adanya alokasi anggaran khusus maupun bantuan modal usaha secara langsung. Ketersediaan sumber daya finansial tergolong memadai, bersumber dari kombinasi dana internal melalui koperasi simpan pinjam serta dukungan eksternal dari lembaga donor internasional seperti World Bank, JSDF, dan AusAID, yang memungkinkan berbagai kegiatan pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan perempuan kepala keluarga. Berdasarkan hasil analisis di atas, penulis menyimpulkan bahwa peran LSM PEKKA Lodan Doe dalam pemberdayaan perempuan kepala keluarga di Desa Keluwain telah berjalan dengan baik, yang diukur melalui dua aspek utama yaitu aspek pengembangan dan aspek penyokongan, meskipun dukungan pendanaan dari pemerintah desa masih perlu ditingkatkan.
This thesis is entitled The Role of the Non-Governmental Organization (NGO) PEKKA Lodan Doe in Empowering Female Heads of Households in Keluwain Village, Kelubagolit Sub-District, East Flores Regency. The research problem addressed in this study is: How does the NGO PEKKA Lodan Doe play a role in empowering female heads of households in Keluwain Village, Kelubagolit Sub-District, East Flores Regency? The theoretical framework used to address the research problem is the theory empowerment. The research method employed is qualitative. Primary data sources were obtained from informants, while secondary data were derived from documents related to the research variables. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, followed by descriptive qualitative analysis. The findings of this study indicate that: 1) The development aspect carried out by the NGO PEKKA Lodan Doe was implemented through two main indicators, namely the identification of women's potential and the implementation of skills empowerment activities. Potential identification was conducted through socioeconomic data collection, interviews, and field observations, revealing various potentials among members of the Naratawan Group in the areas of economics, skills, social engagement, and leadership. Skills empowerment activities were carried out in a planned manner through training in traditional weaving, local food processing, entrepreneurship, product marketing, and business financial management, resulting in a positive impact on the enhancement of skills, self-confidence, and the economic and leadership capacities of women. 2) The support aspect was implemented through two indicators, namely government support and the availability of financial resources. Support from the village government remained limited to non-financial aspects such as activity facilitation, coordination, and program information dissemination, and therefore has not yet functioned optimally due to the absence of dedicated budget allocations or direct business capital assistance. The availability of financial resources was considered adequate, sourced from a combination of internal funds through a savings and loan cooperative and external support from international donor institutions such as the World Bank, JSDF, and AusAID, enabling various empowerment activities to run sustainably and producing a tangible impact on the improvement of the welfare of female heads of households. Based on the analysis above, the author concludes that the role of the NGO PEKKA Lodan Doe in empowering female heads of households in Keluwain Village has been running well, as measured through two main aspects — the development aspect and the support aspect — although financial support from the village government still needs to be improved.




