SOCIAL COGNITIVE THEORY: TINJAUAN LITERATUR ATAS KONSEP, PERKEMBANGAN, DAN RELEVANSINYA DALAM KAJIAN SOSIAL

Penulis

  • Fera Agrestina Br Lubis Universitas Katolik Santo Thomas Medan
  • David T Simarmata Universitas Katolik Santo Thomas Medan
  • Helena Sihotang Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Kata Kunci:

Social Cognitive Theory, Self-Efficacy, Reciprocal Determinism, Observational Learning, Kajian Sosial, Perilaku Digital, Perubahan Perilaku

Abstrak

Social Cognitive Theory (SCT) merupakan salah satu kerangka paling luas digunakan untuk menjelaskan pembelajaran, motivasi, dan perubahan perilaku. Meskipun aplikasinya berkembang dari pendidikan dan kesehatan ke organisasi, komunikasi, serta lingkungan digital, pemanfaatan empirisnya sering menyempit pada self-efficacy dan belum menguji struktur kausal teori secara utuh. Artikel ini bertujuan menyintesis konsep dasar, perkembangan historis, bidang aplikasi, kritik, dan agenda penelitian SCT dalam kajian sosial. Penelitian menggunakan critical integrative literature review terhadap 19 artikel terpilih yang mencakup tinjauan teoretis, sistematis, scoping, integratif, dan naratif. Data diekstraksi berdasarkan tujuan, metode, konstruk, temuan, kontribusi, keterbatasan, dan status publikasi, kemudian dianalisis melalui pengodean tematik, sintesis konsep, rekonstruksi kronologis, dan analisis kesenjangan. Hasil menunjukkan bahwa SCT berkembang dari teori belajar observasional menjadi perspektif agentik yang menghubungkan faktor personal, perilaku, dan lingkungan melalui reciprocal determinism. Self-efficacy dan observational learning merupakan konstruk paling dominan, sedangkan outcome expectations, reinforcement, behavioral capability, collective efficacy, dan reciprocal causation relatif kurang diuji. Penerapan kontemporer memperluas makna lingkungan ke algoritma, affordance platform, norma jaringan, institusi, serta relasi kuasa. Namun, literatur masih didominasi desain cross-sectional, self-report, follow-up singkat, dan penggunaan teori secara parsial. Artikel ini menyimpulkan bahwa SCT tetap relevan sebagai teori mekanisme mikro-meso, tetapi daya jelaskannya bergantung pada pengujian yang dinamis, multilevel, sensitif terhadap struktur, serta mampu memodelkan lingkungan digital sebagai sistem kausal aktif.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30