IMPLEMENTASI HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA DALAM MENJAGA KETERTIBAN LINGKUNGAN: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT KELURAHAN KEBUN TEBENG
Kata Kunci:
Hak Dan Kewajiban Warga Negara, Ketertiban Lingkungan, Sampah, Banjir, ABCDAbstrak
Ketertiban lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Berdasarkan hasil observasi di Kelurahan Kebun Tebeng, masih ditemukan sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan, khususnya di sekitar saluran drainase, sehingga berpotensi menyebabkan penyumbatan aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan maupun banjir saat curah hujan tinggi. Namun demikian, masyarakat memiliki aset sosial yang dapat mendukung penyelesaian permasalahan tersebut, seperti peran aktif pemerintah kelurahan, Ketua RT/RW, dan kelompok PKK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai implementasi hak dan kewajiban warga negara dalam menjaga ketertiban lingkungan. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) yang meliputi tahapan Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan diskusi interaktif yang melibatkan masyarakat, ibu-ibu PKK, Ketua RT/RW, dan Lurah Kelurahan Kebun Tebeng. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban warga negara serta meningkatnya kesadaran akan dampak pembuangan sampah sembarangan terhadap risiko banjir. Kegiatan ini memberikan dampak sosial berupa meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman.
Environmental order is an important factor in creating a clean, healthy, and comfortable environment for the community. Based on observations conducted in Kebun Tebeng Village, some residents were still found disposing of waste improperly, particularly around drainage channels, which may cause blockages and increase the risk of waterlogging and flooding during periods of heavy rainfall. However, the community possesses social assets that support problem-solving efforts, including the active involvement of the village government, neighborhood leaders (RT/RW), and the Family Welfare Movement (PKK). This community service activity aimed to improve public understanding of the implementation of citizens’ rights and obligations in maintaining environmental order. The method used was Asset Based Community Development (ABCD), consisting of the stages of Discovery, Dream, Design, and Destiny. The program was carried out through socialization and interactive discussions involving community members, PKK groups, RT/RW leaders, and the Head of Kebun Tebeng Village. The results showed an increase in community understanding of the importance of maintaining environmental cleanliness as part of citizens’ obligations, as well as greater awareness of the impact of improper waste disposal on flood risks. This activity generated a positive social impact by increasing community awareness and participation in maintaining environmental cleanliness and order, thereby contributing to a cleaner, safer, and more comfortable environment




