PENERAPAN TERAPI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH

Penulis

  • Hafizh Budhi Irfano Universitas Aisyiyah Surakarta
  • Sitti Rahma Soleman Universitas Aisyiyah Surakarta
  • Tri Andi Pujiyanti Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin Surakarta

Kata Kunci:

Terapi Dzikir, Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran.

Abstrak

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan gejala yang paling sering dialami oleh pasien skizofrenia dan dapat mengganggu fungsi sosial serta kualitas hidup. Penatalaksanaan umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun memiliki keterbatasan sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis. Terapi dzikir dipilih karena mudah dilakukan, sesuai dengan nilai spiritual, serta membantu menenangkan pikiran dan mengalihkan fokus dari halusinasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan terapi dzikir terhadap penurunan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Metode: Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan desain pre-test dan post-test pada dua responden menggunakan instrumen AHRS. Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan durasi 10–15 menit per hari. Hasil: Hasil menunjukkan penurunan skor pada kedua responden, yaitu Tn. A dari 20 menjadi 10 dan Tn. S dari 18 menjadi 9. Selain itu, terjadi peningkatan ketenangan, penurunan frekuensi berbicara sendiri, dan peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi. Kesimpulan: Kesimpulan menunjukkan bahwa terapi dzikir efektif sebagai tambahan intervensi non-farmakologis untuk mengoptimalkan penurunan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia.

Background: Auditory hallucinations are the most common symptoms experienced by patients with schizophrenia and can interfere with social functioning and quality of life. Management generally involves pharmacological therapy; however, it has limitations, thus requiring non-pharmacological interventions. Dhikr therapy is chosen because it is easy to perform, aligns with spiritual values, and helps calm the mind while diverting attention from hallucinations. Objective: This study aims to determine the effect of dhikr therapy on reducing auditory hallucination symptoms in patients with schizophrenia at RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Method: This study used a descriptive case study method with a pre-test and post-test design involving two respondents, assessed using the AHRS instrument. The intervention was conducted over 5 days with a duration of 10–15 minutes per day. Results: The results showed a decrease in scores in both respondents, with Mr. A decreasing from 20 to 10 and Mr. S from 18 to 9. Additionally, there was an increase in calmness, a reduction in talking to oneself, and improved ability to control hallucinations. Conclusion: Dhikr therapy is effective as an adjunct non-pharmacological intervention to optimize the reduction of auditory hallucination symptoms in patients with schizophrenia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30