HASIL PENELITIAAN DAMPAK FATHERLESS TERHADAP KENAKALAN REMAJA
(Studi kasus kelompok Remaja Desa Tuppan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan)
Kata Kunci:
Fatherless, Kenakalan Remaja, Kontrol Sosial, Lingkungan Sosial, RemajaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak fatherless terhadap munculnya kenakalan remaja pada kelompok remaja di Desa Tuppan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Fenomena fatherless dalam penelitian ini terjadi karena ayah merantau dalam jangka waktu yang lama, maupun pembentukan keluarga baru sehingga menyebabkan berkurangnya peran ayah dalam kehidupan remaja. Kondisi tersebut memengaruhi pola pengawasan, perhatian emosional, dan pembinaan karakter dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari 5 informan inti dan 4 informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Sosiogenis dari Kartini Kartono sebagai teori utama untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial dan keluarga terhadap perilaku remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fatherless memberikan dampak besar terhadap munculnya kenakalan remaja. Dampak tersebut meliputi hilangnya figur otoritas dan kontrol sosial dalam keluarga, munculnya perilaku menyimpang sebagai bentuk pelampiasan emosi, lemahnya pengawasan dari keluarga dan sekolah, serta terbentuknya subkultur menyimpang dalam lingkungan teman sebaya. Bentuk kenakalan remaja yang ditemukan meliputi bolos sekolah, tawuran, perilaku apatis terhadap pendidikan, kecanduan bermain game saat jam sekolah, serta penolakan terhadap aturan keluarga dan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi fatherless menyebabkan lemahnya kontrol sosial dan meningkatnya pengaruh lingkungan negatif terhadap perilaku remaja.
This study aims to determine the impact of fatherlessness on the emergence of juvenile delinquency among adolescents in Tuppan Village, Batuputih District, South Central Timor Regency. The phenomenon of fatherlessness in this study occurs due to fathers migrating for long periods, divorce, or the formation of new families, resulting in the reduced role of fathers in adolescents’ lives. This condition affects supervision patterns, emotional attention, and character building within the family. This study used a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consisted of 5 main informants and 4 supporting informants. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study used the Sociogenic Theory proposed by Kartini Kartono as the main theory to analyze the influence of social and family environments on adolescent behavior. The results showed that the condition of fatherlessness has a significant impact on the emergence of juvenile delinquency. These impacts include the loss of authority figures and social control within the family, the emergence of deviant behavior as a form of emotional outlet, weak supervision from family and school, and the formation of deviant subcultures within peer groups. The forms of juvenile delinquency found in this study include truancy, fighting, apathetic attitudes toward education, addiction to playing games during school hours, and rejection of family and school rules. This study concludes that the condition of fatherlessness causes weak social control and increases the influence of negative social environments on adolescent behavior.




